Waspada
Waspada » Pembunuh Anak Tiri Dituntut 15 Tahun Penjara
Headlines

Pembunuh Anak Tiri Dituntut 15 Tahun Penjara

SUASANA persidangan terdakwa yang digelar online di PN Medan. Jaksa penuntut umum Chandra Naibaho menuntut terdakwa Rahmadsyah dengan pidana 15 tahun penjara. Waspada/Rama Andriawan.
SUASANA persidangan terdakwa yang digelar online di PN Medan. Jaksa penuntut umum Chandra Naibaho menuntut terdakwa Rahmadsyah dengan pidana 15 tahun penjara. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Jaksa penuntut umum Chandra Naibaho menuntut terdakwa Rahmadsyah dengan pidana 15 tahun penjara. Ia terbukti dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan terhadap dua anak tirinya IF, 10, dan RA, 5.

“Meminta supaya majelis hakim, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rahmadsyah dengan pidana penjara selama 15 tahun,” kata jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Denny Lumbang Tobing dalam sidang di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/1).

Jaksa menilai, perbuatan terdakwa yang secara spontan menghabisi kedua anak tirinya yang masih dibawah umur itu, diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHPidana.

Mendengar tuntutan tersebut, terdakwa Rahmadsyah yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya Kartika Sari SH terlihat hanya tertunduk lemas. Selanjutnya, majelis hakim pun menunda persidangan pekan depan dengan agenda pledoi (pembelaan).

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU Chandra Priono Naibaho, disebutkan pada 19 Juni 2020, terdakwa Rahmadsyah bersama kedua korban yakni IF dan RA sedang berada di dalam kamar rumah mereka di Kecamatan Medan Maimun.

Sedangkan Fathul Zannah selaku ibu kandung kedua korban, tidak berada di rumah karena masih bekerja dan pulang sekira jam 00.00.

“Biasanya, kedua korban tidur di rumah nenek mereka. Namun karena kedua korban hendak meminta uang jajan kepada ayah tirinya (terdakwa), maka keduanya pulang ke rumah,” ujar jaksa saar itu.

Kemudian saat sedang menonton tivi, kedua korban meminta uang kepada terdakwa untuk membeli es krim. Namun, terdakwa mengatakan tidak memiliki uang sehingga kedua korban berkata ayahnya pelit.

Kesal

Mendengar perkataan itu, terdakwa merasa kesal dan emosi serta langsung mengangkat tengkuk kedua korban dengan menggunakan tangan.

Secara bersamaan, terdakwa memukul kepala kedua korban ke tembok kamar sebanyak 5 kali. Sehingga kedua korban yang masih anak-anak menjadi tidak berdaya dan langsung jatuh ke lantai.

Karena masih ada pergerakan, terdakwa menginjak bagian perut dan dada I sebanyak 4 kali serta menginjak perut dan dada RA  5 kali. Sehingga kedua korban sudah tidak bergerak lagi.

Selanjutnya, terdakwa berpikir menyembunyikan mayat kedua korban di samping Sekolah Global Prima Medan yang tidak jauh dari rumah agar perbuatannya tidak diketahui oleh orang lain. (m32).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2