Waspada
Waspada » Pembangunan Sport Centre Dipastikan Lanjut
Headlines Medan Olahraga

Pembangunan Sport Centre Dipastikan Lanjut

GUBSU Edy Rahmayadi, memperhatikan penjelasan perkembangan lahan sport centre dari Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Baharuddin Siagian. Waspada/Ist
GUBSU Edy Rahmayadi, memperhatikan penjelasan perkembangan lahan sport centre dari Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Baharuddin Siagian. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pembangunan Sport Centre dipastikan terus berlanjut.

Persoalan lahan, terkait ganti rugi tanaman dan bangunan yang sempat menjadi kendala sudah teratasi.

Ditargetkan persoalan lahan ini ditargetkan rampung pada Desember 2020.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, di pendopo rumah dinasnya, Senin (23/11).

Hari itu dilakukan rapat koordinasi (Rakor) membahas perkembangan persoalan lahan sport centre.

Rakor dihadiri oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), Poldasu, Kejatisu dan Organiasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Disebutkan Gubsu Edy Rahmayadi, tim verifikasi dan validasi yang dibentuk tanggal 4 November 2020 lalu, telah membuahkan hasil.

Dari total 679 tanaman dan bangunan yang bermasalah dalam pembangunan sport centre Sumut, 479 diantaranya sudah dapat diselesaikan.

Yakni terdiri dari 275 tanaman dan 204 bangunan. Dari jumlah itu, 397 diantaranya mendapat ganti rugi.

“Dua bulan yang lalu pembangunan ini sudah dimulai, tetapi ada persoalan yang membuat pembangunan belum bisa berjalan di beberapa kawasan. 1 Januari 2021 tidak ada lagi alasan. Waktu kita sempit, karena 2024 PON sudah dimulai,” kata Edy Rahmayadi.

Diakui Edy Rahmayadi, sekarang ini masih ada 191 (tanaman 123 dan bangunan 68) yang belum bersedia menandatangani kertas kerja, dan masih dalam tahap proses perundingan.

Dia optimis, dalam tujuh hari ke depan masalah ganti rugi ini akan terselesaikan.

Sementara itu, menurut Kepala BPN Sumut Dadang Suhendi, kendala yang dialami terkait masalah lahan adalah validasi data penerima ganti rugi.

Hal ini terjadi karena adanya oknum yang mengklaim memiliki tanaman, walau sebelumnya di lahan tersebut belum ditanami.

“Kita ada sedikit masalah terkait validasi, apakah benar ganti rugi tersebut diberikan kepada pihak yang berhak, yang menanam, memiliki bangunan. Tetapi tim kita sudah mendapatkan data yang pasti dan sudah di sinkronkan. Hanya saja, ada beberapa yang belum bersedia, Alhamdulliah, validasi sudah selesai,” kata Dadang.

Seperti yang diketahui, Sport Centre Sumut akan dibangun di Desa Sena, Kabupaten Deliserdang, di lahan seluas 300 hektar.

Bukan hanya sarana olahraga, sport centre ini rencananya juga akan dibangun zona komersial dan edukasi, sehingga mampu menghidupkan kawasan ini usai PON 2024. (m07)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2