Waspada
Waspada » Pembangunan Bendungan Serdang, Masih Ada Pembayaran Lahan Belum Dilakukan
Headlines Sumut

Pembangunan Bendungan Serdang, Masih Ada Pembayaran Lahan Belum Dilakukan

WAHYUDDIN pada saat memperlihatkan lahannya yang belum dilakukan pembayaran. Waspada/Edward Limbong
WAHYUDDIN pada saat memperlihatkan lahannya yang belum dilakukan pembayaran. Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Sudah berlangsung hampir 2 tahun proyek pembangunan bendungan atau waduk yang berada di Sungai Serdang Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis, Kab. Deliserdang hingga kini pembebasan lahan untuk proyek tersebut masih ada yang belum dilakukan pembayaran.

Pantauan Waspada Jumat (5/6) di lokasi, tampak pembangunan, plang proyek tertera kontrak pekerjaan 18 Oktober 2018, untuk tahun anggaran 2018-2021 oleh kontraktor Dhi-Minarta, KSO dengan masa pelaksanaan 1.080 hari.

Pemilik lahan yang belum dibayar, Wahyuddin 36, warga Desa Lubuk Bayak Kec. Perbaungan Kab. Serdangbedagai selaku ahli waris dari pemilik lahan Alm Hasanuddin kepada wartawan, Jumat (5/6) menyebutkan, bahwasanya masa pembebesan itu sudah berlangsung sejak Tahun 2017.

Namun hingga sekarang lahannya belum dibayarkan, sekalipun lahan itu sudah dibangun menjadi sarana jalan untuk menuju pembangunan bendungan.

Katanya, tanah yang digunakan sebagai lahan pembangunan bendungan itu seluas 14 rante atas nama orangtuanya atas nama, Hasanuddin dengan surat yang diterbitkan Kepala Desa, ditambah 4.569 Meter 2 atas namanya dengan SHM (Sertifikat Hak Milik) terletak di Dusun I Desa Tumpatan Nibung Kec. Batangkuis.

Menurutnya, dia pernah diundang pihak panitia pembebasan lahan pada November 2017 yang lalu.

Tapi hingga saat ini, belum diketahui kenapa pembayaran ganti rugi itu belum selesai.

Iapun mengakui bahwasanya dia sudah menyurati pihak pelaksana pengadaan tanah Pemkab Deliserdang, namun hingga kini belum ada jawabannya.

Sekdakab Deliserdang Darwin Zein ketika dikonfirmasi terkait permasalahan lahan yang belum dilakukan pembayaran tersebut menyarankan agar pemilik lahan mendatangi pihak Satker yaitu BWS (Balai Wilayah Sungai) Sumetera II selaku pengguna lahan.

Darwin Zein mengakui, bahwasanya itu merupakan proyek nasional Pemkab Deliserdang bagian dari panitia pengadaan lahan, jabatan Sekda Deliserdang sebagai Ketua timpengadaan lahan.

Namun pada saat itu dirinya belum menjabat sebagai Sekdakab. (a16/a01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2