Waspada
Waspada » Pelaku Wisata Menyerbu Pos Jaga Dan Menolak Penutupan
Headlines Sumut

Pelaku Wisata Menyerbu Pos Jaga Dan Menolak Penutupan

Pelaku wisata Gundaling saat mendatangi pos jaga restribusi dan memperotes penutupan gerbang menuju bukit Gundaling (Kiri ). Kendaraan wisatawan parkir berjejer di jalan Veteran Berastagi ( Kanan ) . Waspada/Panitra Nedy
Pelaku wisata Gundaling saat mendatangi pos jaga restribusi dan memperotes penutupan gerbang menuju bukit Gundaling (Kiri ). Kendaraan wisatawan parkir berjejer di jalan Veteran Berastagi ( Kanan ) . Waspada/Panitra Nedy

BERASTAGI (Waspada): Puluhan pelaku wisata di bukit Gundaling, menyerbu pos jaga ke bukit Gundaling dan menolak penutupan objek wisata serta memaksa agar mobil wisatawan diijinkan masuk ke objek wisata Gundaling, Sabtu (30/5).

paya pemaksaan pelaku wisata bukit Gundaling tidak membuat petugas pos jaga berkutik, sehingga puluhan kendaraan menerobos portal larang masuk ke Gundaling.

Alasan yang mereka kemukakan dari aksi penolakan penutupan adalah tidak makan lagi. Sejak tiga bulan lalu, mereka menuruti penutupan objek wisata dan usaha pariwisata, tetapi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tidak ada memberikan solusi maupun berbentuk apapun.

Hal itu diungkapkan Tamara Br Tarigan selaku juru bicara pelaku wisata di pos jaga kepada wartawan. Menurutnya, mereka yang datang saat itu antara lain pemilik warung/lesehan, pedagang kain, pemilik tikar, juru foto, dan joki pemilik kuda.

Bahkan mereka menyebutkan, jika dirinya lebih takut tidak makan bersama keluarganya dibanding ketakutannya terhadap virus Corona.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo Munarta Ginting SP kepada Waspada menyebutkan, penutupan objek wisata dan usaha pariwisata untuk sementara sesuai surat yang telah diterbitkan, tetap diberlakukan, tidak ada kelonggaran bagi mereka untuk membendung penyebaran COVID-19.

Mempertegas isi surat itu kata Munarta Ginting, SP, pihaknya telah berkordinasi dengan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Karo dan secara administrasi surat-menyurat akan dilayangkan.

Menyikapi penolakan penutupan para pelaku wisata di Gundaling sebenarnya pada saat ada aksi penolakan, pihaknya sudah menyampaikan secara lisan kepada Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kabupaten Karo, namun belum ada solusi.

“Semoga akibat ketidak sabaran para pelaku wisata Gundaling, jangan sampai ada kluster penyebaran Covid-19 baru di Kabupaten Karo”, sebutnya.

Mengajukan Permohonan

Sejauh ini pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah provinsi Sumatera Utara dan pemerintah Pusat terhadap pelaku pariwisata dan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Karo dan jumlah mereka yang telah terdata sebanyak 881 jiwa, jelasnya.

Munar merasa, Cek Point di Desa Doulu maupun di titik lain belum maksimal penjagaanya, sebab setelah petugas pergi, wisatawan mulai melakukan perjalanan ke dataran tinggi Karo untuk berwisata.

Pantauan Waspada Sabtu (30/5) malam di Pasar Kaget Berastagi, puluhan mobil wisatawan berjejer parkir di jalan Veteran. Kedatangan mereka di Berastagi mulai terlihat sekitar pukul 19.30.

Supir dan penumpangnya menikmati kuliner malam di sana dipenuhi rasa kegembiraan.

Hal ini tergambar dari canda dan tawa mereka sambil menikmati bandrek dan jenis minuman lainya.

Sejak Dinas Pariwisata Kabupaten Karo menutup semua objek wisata dan usaha pariwisata tiga bulan lalu, baru kali ini jalan Veteran dipadati kendaraan wisatawan yang berkunjung ke dataran tinggi Karo.

Seorang wisatawan asal Medan mengaku bernama Herdi 40, merasa sangat senang bisa berwisata kembali ke Berastagi, walaupun memasuki wilayah dataran tinggi Karo harus menunggu berjam-jam petugas lalulintas berhenti bertugas di Cek Point Desa Doulu. “serasa terlepas dari tirali penjara dan hidup bebas”, sebutnya. (a06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2