Waspada
Waspada » Pecatan TNI Dan Rekan Culik, Sekap, Aniaya Korban Diduga Kuat Terkait Bisnis Narkoba
Headlines Sumut

Pecatan TNI Dan Rekan Culik, Sekap, Aniaya Korban Diduga Kuat Terkait Bisnis Narkoba

WAKAPOLRES Tanjungbalai Kompol Jumanto memperlihatkan foto kondisi korban penculikan dan penganiayaan.
WAKAPOLRES Tanjungbalai Kompol Jumanto memperlihatkan foto kondisi korban penculikan dan penganiayaan.

TANJUNGBALAI (Waspada): Tim Khusus Anti Bandit Sat Reskrim Polres Tanjungbalai meringkus seorang pria pecatan anggota TNI beserta tiga temannya diduga pelaku penculikan, penyekapan, dan penganiayaan berat, Rabu (1/7) sekira pukul 17:00.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira melalui Wakapolres Kompol Jumanto didampingi Kasat Reskrim AKP Rapi Pinakri dan Kasubbag Humas Iptu AD Panjaitan dalam konferensi pers, Kamis (2/7) di mapolres menyebutkan, ketiga tersangka, KH alias Udin, 44 pecatan TNI, warga Jln Tengku Angkash Kel Pasar Kec Tapaktuan Kab Aceh Selatan.

Pria ini ditangkap di depan Polres Asahan.

Tersangka kedua, MIB alias Kibal, 43, penduduk Jln HM Nur Gg Sukadami Kel Pahang Kec Datukbandar Kota Tanjungbalai dan AN alias Abal, 38, warga Jln Burhanuddin Lingk V Kel Perjuangan Kec Teluknibung Kota Tanjungbalai.

Abal dan Kibal ditangkap di depan Kantor BNN Asahan.

Tersangka keempat TS alias Syahrul, 37, warga Kota Aceh Timur.

Wakapolres menjelaskan kronologi kejadian berawal Pada Selasa (23/6) sekira pukul 17:00, tersangka Kibal mengajak korban Evin Edward Sitorus dari rumahnya ke ladang milik tersangka Wadis (DPO) di Jalan Pandan Lingkungan III Kelurahan Selattanjung Medan Kecamatan Datukbandar Timur Kota Tanjungbalai.

Rencananya mereka akan menyelesaikan permasalahan penggelepan narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh korban dengan pemilik sabu, Wadis.

Sesampainya di ladang, korban dan tersangka Wadis, Kibal, Udin, Abal, dan Syahrul terlibat cekcok dan adu mulut.

Tersangka Wadis dan Abal langsung memukuli wajah dan kepala korban menggunakan tangan kosong berkali kali menyebabkan luka pada kepala bagian atas dan belakang, serta wajah yang mengeluarkan darah.

Selain itu, teman tersangka Wadis lainnya yang berada di ladang juga ikut serta melakukan pemukulan beramai ramai.

Setelah tersangka Abal dkk memukuli korban, tersangka Syahrul mengikat kedua tangan ke belakang menggunakan lakban cokelat serta menutup mata pakai lakban agar korban tidak dapat melarikan diri.

Selanjutnya para tersangka memasukkan korban ke mobil Nissan X Trail silver milik tersangka Abal.

Sementara tersangka Udin mengambil sebongkah paving blok dan membawanya masuk ke mobil tersebut.

Tujuannya, jika korban tidak mengakui ada mengambil atau menggelapkan narkotika milik Wadis, maka tersangka akan memukulnya.

Para pelaku membawa korban menuju Simpangkawat dan berlanjut ke arah Rantauprapat.

Selama dalam perjalanan, para tersangka memukuli korban.

Naas, saat berada di Jalinsum Seipiring didepan rumah makan Status Quo Kec Pulauraja, Nissan X Trail yang ditumpangi para tersangka menabrak mobil ambulance dari arah belakang.

Mobil tersangka dan ambulance lalu berhenti dan di saat bersamaan melintas mobil Patroli Polsek Pulauraja.

Melihat ada kesempatan, korban langsung berteriak meminta tolong dan Petugas Polsek Pulau Raja tersebut langsung mendatangi mobil para tersangka serta mengamankan korban serta mengamankan semua orang yang ada di dalam mobil.

Setelah berkoordiansi dengan Polres Asahan, Udin akan dipulangkan sekira 15:30.

Tekab Polres Tanjungbalai yang telah menunggu di depan Polres Asahan langsung melakukan penangkapan.

Kemudian sekira pukul 18:00 wib, Kibal dan Abal juga ditangkap di depan Kantor BNN Asahan usai dilakukan assesmen.

Akibat penganiayaan itu, korban menderita luka berat pada wajah, kepala, dan badan.

Istri korban, Afniyanti Panjaitan yang keberatan atas kejadian itu melapor agar ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Dari para tersangka polisi menyita sebilah senjata tajam jenis pisau bergagang kayu panjang, paving blok, seutas lakban cokelat ada bercak darah, kaos lengan pendek putih merk Hugo, kaos lengan pendek hitam merk Hurley, kaos singlet hitam merk GRL, dan kaos singlet putih merk Crocodile.

Wakapolres menjelaskan, para tersangka diduga melakukan percobaan pembunuhan diancam Pasal 338 Jo Pasal 53 Subs Pasal 170 Ayat (2) ke 2o Subs Pasal 351 ayat (2) dan pasal 333 ayat (2) KUHPidana.

Turut hadir Kasat Intel AKP J F Simanjuntak, KBO Sat Reskrim Iptu K Sitepu, Kasi Propam Iptu E Simanjuntak, Kanit I Iptu Demonstar, Kanit Reskrim Polsek Datukbandar Ipda H A Karo Karo. (a22/a21)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2