Pecah Rekor, Kasus Harian Covid-19 Di Singapura Tembus 5.000

  • Bagikan
Paramedis merawat pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Tan Tock Seng, Singapura. Gelombang ke-6 pandemi Corona di ‘Negeri Singa’ yang semakin mengganas memecahkan rekor hingga 5.324 kasus baru harian pada Rabu. Channel News Asia

     SINGAPURA (Waspada): Gelombang ke-6 pandemi Covid-19 Singapura yang berkecamuk sejak 23 Agustus semakin mengganas dengan memecahkan rekor kasus harian hingga lebih dari 5.000 pada Rabu.

     Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) melaporkan sebanyak 5.324 kasus baru yang terdiri dari 4.651 infeksi lokal, 661 dari asrama pekerja asing, dan 12 kasus impor.

     Dilansir Channel News Asia, Kamis (28/10/2021), sejumlah 728 kasus atau 13,67 persen adalah warga lanjut usia (Lansia) berumur di atas 60 tahun. Angka ini melonjak tajam dari hari sebelumnya yang mencatatkan 3.277 kasus.

     Menanggapi melesatnya kasus, MOH menyatakan angka ini tidak lazim. Banyak kasus baru terdeteksi pada Rabu. Kementerian akan memonitor secara intensif laju kasus Covid-19 dalam beberapa hari ke depan.

     Angka kematian juga tidak kunjung mereda. Tercatat 10 pasien meninggal dunia pada Rabu, menambah total jumlah yang meninggal menjadi 349 orang. Ini adalah hari ke-38 secara berturut-turut Singapura melaporkan kematian karena Covid-19.

     Padahal sebelumnya, Singapura adalah salah satu negara di dunia dengan angka kematian terendah. Hanya dalam waktu 8 pekan, jumlah pasien yang meninggal meroket lebih dari enam kali lipat dari awalnya 55 korban jiwa pada awal September.

     Klaster-klaster besar yang sedang dipantau khusus adalah di Rumah Sakit Jiwa Singapura (IMH) sebanyak 153 pasien, dan sejumlah panti jompo yang tersebar di penjuru negara kota itu.

     Memburuknya penyebaran pandemi menyebabkan tekanan luar biasa terhadap kapasitas medis Singapura. Data terakhir menunjukan kapasitas ruang perawatan intensif (ICU) tinggal 20,2 persen.

     Dari total 357 kapasitas tempat tidur ICU yang dimiliki Singapura, 142 unit merawat pasien Covid-19, sedangkan 143 lainnya menangani pasien non Covid-19 Tinggal tersisa 72 kamar kosong ICU, angka yang tentunya sangat riskan jika kasus Covid-19 “Negeri Merlion” terus meningkat tajam.

     Kapasitas ICU adalah indikator krusial sistem kesehatan Singapura. Pasien dirawat di ICU sebanyak rataan 15 hari. Ada yang bahkan hingga satu bulan lamanya.

     Pembatasan sosial yang akan berlaku hingga 21 November mendatang hanya akan dilonggarkan jika kapasitas rumah sakit membaik.

     Adapun mayoritas besar pasien Covid-19 Singapura yaitu sebanyak 19.013 pasien atau 72,4 persen menjalani isolasi mandiri pemulihan di rumah masing-masing.

     Sebanyak 878 pasien atau 3,3 persen sedang dirawat di fasilitas khusus penanganan Covid-19. Hanya sebagian kecil yang menjalani rawat inap di rumah sakit yaitu 1.787 pasien atau 6,8 persen, Dari ribuan pasien ini, 289 memerlukan oksigen tambahan dan 142 terbaring di ICU.

     Fokus kecemasan terus ditujukan kepada lansia yang masih belum menerima vaksin Covid-19. Tercatat rataan per hari ada 100 orang lansia yang belum divaksin terinfeksi Covid-19. Dua pertiga pasien yang tergeletak di ICU atau meninggal berasal dari kelompok warga ini. (cna/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *