Waspada
Waspada » PDP Corona Asal Sidimpuan Dimakamkan Di Medan
Headlines Sumut

PDP Corona Asal Sidimpuan Dimakamkan Di Medan

WALIKOTA Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution
WALIKOTA Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution

P. SIDIMPUAN (Waspada): Seorang wanita hamil berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona Virus Disease (Covid-19), asal Kota Padangsidimpuan yang dinyatakan meninggal dunia ketika sedang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan pada Sabtu (4/4), sudah dimakamkan di Kota Medan.

Rujukan pasien berinisial E itu ke RSUP H Adam Malik, didasari permintaan sendiri dan keluarganya setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan, pada Kamis (2/4) malam.

Walikota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution (foto) mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan meninggalnya PDP itu pada saat masih di dalam perjalanan atau sudah sampai di RSUP H Adam Malik Medan.

Namun, Irsan menjelaskan bahwa setelah mendapat kabar meninggalnya pasien itu, pihaknya langsung berkordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara.

“Gugus Tugas Provinsi sudah memberikan kami arahan agar kami berkordinasi dengan Gugus Tugas Kota Medan. Saya bicara dengan Plt Walikota Medan, Sekda sampai BPBD nya, akan melakukan fardhu kifayah penatalaksanaan jenazah Covid-19 sesuai protap nasional dan memperhatikan fatwa MUI nomor 14 tahun 2020,” jelasnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Padangsidimpuan, lanjutnya, kemudian menyampaikan kabar meninggalnya pasien E kepada keluarganya dan dimakamkan di perkuburan khusus pasien Covid-19 di Simalingkar Medan dengan pembiayaan dari Pemerintah Kota Padangsidimpuan.

Sebelumnya, dr Nina, tim dokter dari RSUD Padangsidimpuan, mengungkapkan, pasien berjenis kelamin perempuan yang sedang hamil tersebut datang ke rumah sakit pada 28 Maret 2020, dengan keluhan demam tinggi, dan diketahui baru menjalani perjalanan dari Jakarta pertengahan Maret lalu.

“Keluhannya pada saat masuk, hanya demam tanpa batuk, tanpa pilek dan tanpa sesak. Pasien ditetapkan sebagai Orang Dalam Pantauan (ODP) dan kemudian diputuskan untuk dilakukan rontgen. Hasilnya pneumonia atau ada infeksi pada paru,” tuturnya.

Terhadap si pasien, kemudian dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri dirumahnya.

Selanjutnya, kata dr Nina, 30 Maret 2020, pasien datang lagi untuk dilakukan rontgen yang kedua kalinya, dengan keluhan tetap hanya demam, tanpa sesak. Dari sini diketahui terdapat pemburukan pneumonia dibandingkan dengan hasil rontgen pertama kalinya.

“Disini pasien sudah kita anjurkan untuk dirujuk ke Medan karena statusnya sudah dinaikkan menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Akan tetapi pasien dan keluarga belum bersedia untuk dirujuk, sehingga diputuskan untuk melanjutkan isolasi dirumah,” ujarnya.

Pada 31 Maret 2020, kata dr Nina, pasien masih berhubungan dengan tim medis dan mengeluhkan sesak, dan kembali dianjurkan untuk dirujuk ke Medan. “Pada 2 April 2020, pasien kembali mengeluh makin sesak sehingga disiapkan ruang isolasi darurat di RSUD Kota Padangsidimpuan. Malam itu juga sekitar pukul 22:00, pasien dijemput kerumahnya oleh petugas kita menggunakan ambulans, dan langsung dirawat di ruang isolasi,” jelasnya.

Kemudian pada Jumat 3 April 2020 pagi, pasien masih mengeluhkan sesak dan ada mencret. Dari hasil rontgen ulang, terjadi lebih banyak pemburukan pneumonia di kedua paru. “Saturasi oksigen saat itu 80 persen, sedangkan normalnya 96-100 persen,” terangnya.

Mengingat kondisi pasien yang memburuk, lanjutnya, setelah melalui keputusan bersama baik dari tim maupun pihak PDP maka pada Jumat 3 April 2020 malam, dari RSUD Padangsidimpuan menggunakan ambulans dan didampingi petugas medis, diberangkatkan menuju RSUP H Adam Malik Medan. (c02/a27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2