Waspada
Waspada » PB Al Washliyah Tanggapi SKB 3 Menteri Pakaian Seragam Sekolah Dan Pendidikan Karakter
Headlines Nusantara

PB Al Washliyah Tanggapi SKB 3 Menteri Pakaian Seragam Sekolah Dan Pendidikan Karakter

JAKARTA (Waspada) : Majelis Pendidikan PB Al Washliyah menganggap SKB 3 Menteri tidak perlu, hanya membuat riuh sektor pendidikan, sementara masih banyak urusan pendidikan yang lebih utama untuk dibenahi, diprioritaskan.

“Sekolah-sekolah selama ini sudah tenang mengikuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
Disebutkan dalam Permendikbud ini antara lain bahwa pakaian seragam khas Muslimah adalah pakaian yang dikenakan oleh peserta didik karena keyakinan pribadinya sesuai dengan jenis, model dan warna yang telah ditentukan dalam kegiatan proses belajar mengajar untuk semua jenis pakaian seragam,” kata Ketua Majelis Pendidikan PB Jam’iyatul Washliyah Dr. Ir. H. Amran Arifin, MM., MBA, didampingi Sekretaris Ridwan Tanjung , S.H., M.Si.
Dalam keterangan tertulisnya disampaikan kepada Waspada, Selasa (9/2).

Kedua lanjut Amran Arifin SKB 3 Menteri tidak mencabut Permendikbud No. 45 tahun 2014, bahkan menjadi konsideran di bagian mengingat. “Dengan demikian secara yuridis, sesuai peraturan perundang-undangan, pakaian Muslimah yang selama ini lazim dipakai seperti baju lengan panjang, celana/rok panjang, jilbab, kerudung adalah menjadi pakaian dan atribut khas keagamaan Islam, yang sah saja dipakai peserta didik,” katanya.

Kemudian, masalah pakaian seragam sekolah yang sopan, beradab dan indah bernuansa khas keagamaan Islam sangat mendukung bagi terciptanya karakter yang baik bagi peserta didik. “Sehingga seragam adalah bagian dari pendidikan karakter, dan menjadi hak setiap peserta didik untuk menggunakannya,” ujar Amran Arifin.

Amran Arifin menyebutkan, kebiasaan sekolah yang memulai pelajaran dengan menerapkan pembacaan surah tertentu dan akhir pelajaran membaca do’a, begitu juga kebiasaan shalat Dhuha tetap terus diterapkan.
“Majelis Pendidikan Al Washliyah Provinsi dan Kota/Kabupaten agar tetap memberikan pembinaan dan pemantauan terhadap proses pembelajaran di semua sekolah jenjang pendidikan dasar dan menengah,” tegasnya.

Dikatakannya, Lembaga pendidikian Al Washliyah yang menyelenggarakan pendidikan dari SD/Ibidaiyah, SMP/Tsanawiyah, SMA/SMK/Aliyah agar berjalan seperti biasa dan meningkatkan kualitas pembelajaran, tanpa dibuat riuh dengan keluarnya SKB 3 Menteri.

Hal tersebut dikatakan Amran Arifin menyangkut keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah pada 3 Februari 2021.

Dalam SKB tersebut,
1. SKB 3 Menteri tentang seragam dan atribut peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan berlaku untuk sekolah-sekolah di lingkungan sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah, tidak berlaku untuk sekolah swasta dan di Aceh. 2. Ada dua jenis seragam dan atribut: a.Seragam dan atribut tanpa kekhasan agama tertentu; atau b. Seragam dan atribut dengan kekhasan agama tertentu,
3. Adalah hak peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk memilih jenis seragam dan atribut yang digunakannya, yaitu yang berkhas keagamaan atau tidak berkhas keagamaan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4.Pemda dan Sekolah tdak boleh mewajibkan, memerintahkan, mensyaratkan, mengimbau atau melarang penggunaan pakaian seragam dan atribut dengan kehasan agama tertentu.(j02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2