Pasutri California Meninggal Akibat Covid-19, Tinggalkan 5 Anak - Waspada

Pasutri California Meninggal Akibat Covid-19, Tinggalkan 5 Anak

  • Bagikan
Daniel Macias dan istrinya, Davy, meninggal akibat Covid-19. Keduanya meninggalkan lima anak di mana seorang di antaranya baru saja dilahirkan. CBS News

     LOS ANGELES, AS (Waspada): Sepasang suami istri di Oakland, California, Amerika Serikat, meninggal dunia akibat Covid-19. Keduanya meninggalkan lima anak, seorang di antaranya baru saja dilahirkan.

     Dikutip dari Washington Post, Selasa (14/9/2021), Daniel Macias, 39, dan istrinya, Davy, 37, mengidap corona pada Agustus lalu. Davy, yang sedang mengandung 7 bulan lebih dahulu dirawat di ruang ICU rumah sakit.

     Wanita yang bekerja sebagai perawat itu melahirkan saat sedang dalam perawatan. Ia meninggal delapan hari setelah melahirkan seorang bayi perempuan.

     Sementara Daniel meninggal pada Kamis (9/9/2021), hanya berselang dua pekan sejak kematian istrinya. Dari laporan stasiun televisi ABC 7, pasutri itu sebelumnya merasa ragu untuk divaksin.

     Davy ragu divaksin karena ia tengah mengandung. Padahal, menurut Badan Kesehatan AS (CDC), vaksin aman bagi ibu hamil. Sementara alasan suaminya tak mau divaksin tidak diketahui.

     Keduanya meninggal akibat komplikasi Covid-19, sedangkan kelima anak mereka, yang berusia 7 tahun ke bawah, saat ini dikabarkan diasuh oleh kakek dan neneknya.

     Kabar menyedihkan dari pasangan yang telah menikah selama 11 tahun itu pertamakali diketahui melalui akun Go Fund Me yang dibuka oleh Vong Serey, kakak laki-laki Davy.

     Serey selalu mengunggah kabar terbaru dari pasutri itu semenjak keduanya dirawat di RS. “Mereka diawasi dengan cermat saat ini. Namun mereka tetap berjuang,” tulis Serey pada 25 Agustus.

     Dan pada 26 Agustus, Serey mengatakan bahwa Davy telah meninggal dunia. Sementara, tulis Serey lagi, Daniel saat itu berada dalam “kondisi kritis dan berjuang untuk dapat hidup bersama bayinya.”

     Diduga, dari keterangan keluarga,  pasangan itu terinfeksi corona saat berlibur bersama ke pantai dan waterpark tertutup di akhir Juli lalu. Tak lama setelahnya, pria yang berprofesi sebagai guru itu, dan istrinya mengalami gejala-gejala Covid-19 hingga akhirnya meninggal dunia. (Washington post/m11)

  • Bagikan