Waspada
Waspada » Pasutri Asal Pondok Pasir Simalungun Meninggal Karena Covid-19
Headlines Sumut

Pasutri Asal Pondok Pasir Simalungun Meninggal Karena Covid-19

PETUGAS memakai APD protokol Covid-19 saat melakukan pemakaman S pasien terkonfirmasi Covid-19 saat dimakamkan di TPU Pondok Pasir Dolok Ilir, Rabu (26/8). Waspada/Ist
PETUGAS memakai APD protokol Covid-19 saat melakukan pemakaman S pasien terkonfirmasi Covid-19 saat dimakamkan di TPU Pondok Pasir Dolok Ilir, Rabu (26/8). Waspada/Ist

SIMALUNGUN (Waspada): Pasangan suami istri asal Pondok Pasir, Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun, meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Pertama meninggal adalah sang istri berinisial LW, 51, meninggal, Senin (24/8) setelah menjalani satu hari perawatan di Rumah Sakit Pabatu.

LW dikebumikan secara protokol Covid-19 hari itu juga di TPU Pondok Pasir Dolok Ilir.

Kemudian disusul sang suami berinisial S, 55, pensiunan karyawan, meninggal dunia pada Rabu (26/8) juga di rumah sakit yang sama dan dikebumikan hari itu juga dengan protokol Covid-19.

Informasi diperoleh menyebutkan, LW masih aktif sebagai karyawan di PKS Dolok Ilir, sedangkan suaminya S sudah pensiun sejak 2019 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Simalungun, dr Lidya Saragih, saat dihubungi Waspada, Rabu (26/8) sore, membenarkan meninggalnya pasangan suami istri asal Pondok Pasir tersebut diakibatkan terpapar Covid-19.

Dikatakan, sang istri meninggal dunia lebih dulu, Senin (24/8) pagi, kemudian disusul sang suami, Rabu (26/8) pagi dan sudah dikebumikan ke pemakaman umum dengan mengikuti protokol Covid-19.

“Kedua pasien yang meninggal dunia asal Pondok Pasir. Istri masih aktif bekerja sebagai karyawan sedang suami sudah pensiun dari karyawan PTPN-IV. Keduanya sempat dirawat di RS Pabatu dan dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil Swab,” terang dr Lidya.

Sekaitan dengan kejadian itu, pihak Gugus Tugas bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat melakukan tracing (menelusuri kasus) baik terhadap keluarga dekat maupun disekitar tempat tinggal dan tempat kerja almarhum.

“Pasca ditemukannya kasus meninggal, Gugus Tugas bekerjasama dengan Dinkes dan Puskesmas langsung melakukan tracing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan yang reaktif sebanyak 15 orang sudah diisolasi di RS Laras,” tandas dr Lidya.

Meningkat

Sementara, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Simalungun dalam sepekan terakhir secara umum dilaporkan terus meningkat.

Tercatat melalui update data Covid-19 Kabupaten Simalungun pertambahan jumlah pasien positif Covid-19 hasil Swab warga Kabupaten Simalungun dalam sepekan terakhir cukup signifikan.

Terhitung sejak pasca perayaan HUT RI, Selasa (18/8) hingga, Rabu (26/8) pukul 20:00 Wib, kasus konfirmasi positif Covid-19 mengalami pertambahan sebanyak 8 kasus, dari 34 kasus menjadi 45 kasus.

Kemudian kasus Suspek dari 45 menjadi 60 kasus. Sedangkan kesembuhan bertambah dari 108 menjadi 119 orang.

Sementara kasus kematian terkonfirmasi positif menjadi 10 orang, probable sebanyak 18 orang. (a27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2