Waspada
Waspada » Pasien Positif Meninggal Di RSU Cut Meutia
Aceh Headlines

Pasien Positif Meninggal Di RSU Cut Meutia

PROSES pemakaman pasien yang hasil Swabnya negatif. Waspada/Ist
PROSES pemakaman pasien yang hasil Swabnya negatif. Waspada/Ist

ACDH UTARA (Waspada): Sesuai rapid tes satu pasien positif Covid-19 Abdul Manyak, 53 meninggal di RSU Cut Mutia Desa Buket Rata, usai dimakamkan sesuai SOP di Desa Kuala Kereutoe, Kec. Lapang, Kab. Aceh Utara ternyata menyusul hasil Swab menyatakan almarhum ternyata negatif.

Informasi meninggalnya satu warga yang dinyatakan positif sesuai hasil rapid tes meninggal pada, Minggu (31/5) pukul 07.30 Wib, di RSU Cut Meutia sempat menghebohkan dan membuat kepanikan warga Kab. Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Bahkan dalam proses pemakamannya di Desa Kuala Kreutoe Kec. Lapang nyaris tidak ada pelayatnya sama sekali dan tidak ada warga yang berani mendekat.

Mengingat proses pemakamannya sesuai SOP dan prosedur penanganan Covid-19 yang membungkus jenazah dengan plastik anti menular.

Termasuk para wartawan tidak ada satu pun yang berani meliput langsung ke lokasi pemakaman karena tidak memiliki alat pelindung badan.

Pasca pemakaman itu, semua warga sempat resah dan gelisah khususnya bagi warga dan keluarga yang sempat kontak langsung dengan almarhum.

Tentunya rasa ketakutan ikut tertular virus membayangi orang yang pernah kontak langsung dengan almarhum.

Dirut RSU Cut Mutia Nuraida membenarkan satu pasien positif yang sedang diisolasi meninggal dunia dan telah diserahkan kepada pihak Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kab. Aceh Utara.

Sehingga dapat dikebumikan sesuai prosedural penanganan Covid-19 agar virusnya tidak menular.

Disebutkannya pasien dinyatakan positif sesuai hasil rapid test maka perlu diisolasi sambil menunggu hasil swab.

Namun sebelum hasil swab turun pada pukul 17.00 Wib, ternyata pasien lebih dulu meninggal pada pukul 07.30 Wib.

Hal serupa juga diungkapkan Humas RSU Cut Meutia Jalaluddin terkait pasien positif yang meninggal dalam penanganan rumah sakit dan diisolasi diruang khusus.

Jalaluddin menerangkan pihaknya baru saja menerima hasil swab pasien Abdullah Manyak ternyata dinyatakan negatif dan hasil ini sudah dikabarkan kepada tim Gugus Tugas Penanganan Covid Aceh Utara.

Menurut Jalaluddin, kejadian ini bukan karena kekeliruan, tapi mungkin saat rapid test sebelumnya pasien memang dalam kondisi lemah dan kesehatannnya memburuk hingga menunjukkan hasil positif.

Kronologis kejadiannya, pada Rabu (27/5) lalu sekira pukul 12.00 Wib Abdullah dibawa keluarganya berobat ke RSU Cut Meutia dan dirawat di ruang Raudhah dengan diagnosis awal mengalami penyakit hepatitis.

Lalu, Pada Jumat, (29/5), kondisi pasien semakin memburuk dan harus dirujuk ke RSU Zainal Abidin Kota Banda Aceh.

Namun sebelum dirujuk sesuai SOP yang berlaku pasien harus menjalani rapid tes terlebih dahulu.

Ternyata hasilnya pasien positif, maka sesuai SOP tentunya pasien diharuskan untuk menjalani Isolasi dengan protokol penanganan pasien Covid-19.

Pada saat itu, pihak keluarga sempat protes dan menolak penerapan protokol penanganan pasien Covid dan memaksa untuk dibawa pulang.

Karena pihak keluarga merasa Abdullah sudah menderita sakit sejak tiga tahun lalu hingga pernah tertimpa pohon pinang yamg jatuh membuatnya sulit bernafas.

Bahkan pada malam harinya, keluarga bersama serarusan warga mendatangi RSU Cut Meutia untuk meminta membawa pulang pasien secara paksa.

Namun niat itu tidak terlaksana karena TNI/Polri datang menghadang dan memberi penjelasan serta pemahaman kepada keluarga dan seratusan warga yang ikut berdemo.

Kemudian pada Minggu (31/5), sekira pukul 07.00 Wib, pasien pun meninggal dunia dan diantar ambulance BL 9021 KI Ke Desa Kuala Kreutoe untuk dikebumikan sesuai SOP.

Setelah pemakaman dan usai fardhu kifayah ternyata hasil Swab dari Balitbangkes Provinsi Aceh menyatakan pasien ternyata negatif.

Hasil ini membuat semua pihak merasa lega dan tidak ikut terancam oleh virus Covid-19. (b09)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2