Waspada
Waspada » Pasien Positif Covid-19 Bertambah Jadi 5 Di Pematangsiantar
Headlines Sumut

Pasien Positif Covid-19 Bertambah Jadi 5 Di Pematangsiantar

PASIEN Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal di RSUD dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, Sabtu (16/5) diperlakukan sesuai prosedur Covid-19. Waspada/Edoard Sinaga
PASIEN Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal di RSUD dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, Sabtu (16/5) diperlakukan sesuai prosedur Covid-19. Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Pasien positif terkonfirmasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bertambah satu orang, Sabtu (16/5), hingga menjadi lima orang di Kota Pematangsiantar.

Sementara, Orang Dalam Pemantauan (ODP) tanpa gejala bertambah 44 orang, hingga menjadi 127 orang.

“Positif terkonfirmasi Covid-19 yang bertambah, warga Kec. Siantar Marihat dan merupakan kontak erat dengan pasien yang meninggal di RSUP Haji Adam Malik (HAM) Kota Medan pada Kamis (14/5),” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daniel H Siregar di ruang komando Gugusan Tugas di Balai Kota, Jl. Merdeka, Sabtu (16/5) malam.

Mengenai ODP dengan gejala tetap dua orang, ODP menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih tetap satu orang dan ODP selesai pemantauan 1.654 orang.

Kemudian, PDP yang sedang dirawat bertambah satu orang dari Kec. Siantar Sitalasari dan Siantar Timur, hingga PDP yang dirawat menjadi sembilan orang, PDP yang telah melalui polymerase chain reaction (PCR) test dan hasilnya negatif masih tetap tujuh orang, PDP yang telah melalui PCR test dan hasilnya positif satu orang dari Kec. Siantar Marihat, hingga totalnya menjadi enam orang.

“Pasien yang masih berstatus PDP dan meninggal Sabtu (16/5) totalnya satu orang. Perlu kami sampaikan dan pertegas, pasien warga Jl. Melanthon Siregar itu telah dikebumikan dengan protokol Covid-19,” tegas Daniel.

“Seharusnya, PDP yang meninggal tiga orang, tapi siang tadi hasil tes cepat molekuler (TCM) yang dilakukan RSUP HAM, pasien yang meninggal pada Kamis (14/5), warga Jl. Farel Pasaribu, Kec. Siantar Marihat, dinyatakan positif Covid-19, hingga datanya dipindahkan dari kolom PDP yang meninggal ke kolom pasien positif Covid-19,” lanjut Daniel, saat menjelaskan Gugus Tugas menemukan dua PDP yang meninggal Kemarin, Jumat (15/5), hingga ditambahkan dengan PDP yang meninggal Sabtu (16/5).

Mengenai Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sedang diisolasi saat ini jumlahnya lima orang, OTG yang telah melalui PCR test dan hasilnya negatif total 11 orang, OTG yang telah melalui PCR test dan hasilnya positif masih satu orang.

“Untuk positif terkonfirmasi Covid-19 yang sedang menjalani perawatan, bertambah satu orang dari Kec. Siantar Marihat, yang merupakan kontak erat dari pasien yang meninggal di RSUP HAM pada Kamis (14/5), hingga pasien positif terkonfirmasi Covid-19 yang sedang menjalani isolasi atau perawatan menjadi lima orang,” sebut Daniel.

Sementara, pasien yang telah sembuh tiga orang dan telah pulang ke rumah masing-masing.

“Beberapa info kegiatan sehubungan dengan meninggalnya seorang pasien di RSUD dr. Djasamen Saragih yakni gerak cepat Pj Sekda Kusdianto, Kadis Kesehatan dr. Ronald H Saragih, saya sendiri, Plt Kaban P4D M. Hamam Sholeh, Camat Siantar Timur Syaiful Rizal, Kepala Puskesmas Parsoburan dan Lurah Suka Maju, melakukan rapid test (uji cepat) kepada warga di Jl. Melanthon Siregar,” sebut Daniel.

10 warga dan keluarga pasien yang menjalani rapid test yang tinggalnya berdekatan dengan yang bersisian dengan Masjid, hasilnya tidak reaktif Covid-19.

“Pada Senin (18/5) akan dilakukan rapid test kepada warga di RT 01 Kel. Suka Makmur, Kec. Siantar Marihat, untuk memastikan apakah masih ada orang terpapar Covid-19 akibat kontak dengan pasien positif Covid-19,'” imbuh Daniel.

“Bantuan itu disalurkan sebagai komitmen pemerintah dalam menjamin kesejahteraan masyarakat selama pandemi Covid-19,” sebut Daniel sambil menjelaskan kegiatan lainnya yaitu distribusi bantuan sembako bagi warga terdampak Covid-19.

“Himbauan kami kepada masyarakat agar mencermati meninggalnya meninggalnya dua PDP dan satu positif Covid-19 dalam kurun waktu tiga hari. Kami mengingatkan dengan sungguh-sungguh kepada masyarakat agar jujur melaporkan diri atau tetangga yang mengalami sakit, baik gejala Covid-19 atau tidak ke Puskesmas terdekat dengan menceritakan secara jujur riwayat perjalanan dan riwayat kontak erat ke petugas Puskesmas, agar kami dapat mengantisipasi lebih dini penyebaran Covid-19 dan membantu masyarakat terhindar dari Covid-19,” ujar Daniel.

Daniel juga menyatakan perlu menyampaikan, apa yang dilakukan Gugus Tugas, baik rapid test, PCR test, karantina atau isolasi, pemakaman sesuai prosedur Covid-19, razia protokol kesehatan dan lainnya, semata-mata untuk menyelamatkan warga dari kemungkinan tertular dan menghindari kemungkinan terjadinya kasus baru terpapar Covid-19.

“Kita mengalami kesedihan dan kesusahan yang sama. Karena itu, jangan lagi memperkeruh suasana atau mempolitisasi keadaan. Yang kita perlukan kebersamaan, dimana langkah boleh berbeda, tapi visi misi kita menghadapi Covid-19 harus sama yakni memutus mata rantai penyebaran Covid-19, menangani kasus yang terjadi dengan cepat, membantu kehidupan masyarakat yang terdampak sampai pandemi Covid-19 berakhir,” harap Daniel. (a28)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2