Waspada
Waspada » Pasca Terbakarnya Kapal Tanker Di Belawan, Korban Tewas Bertambah Jadi 5 Orang
Headlines Medan

Pasca Terbakarnya Kapal Tanker Di Belawan, Korban Tewas Bertambah Jadi 5 Orang

BELAWAN (Waspada): Korban tewas akibat terbakarnya Kapal tanker MT Jag Leela yang sedang naik dok (diperbaiki) di galangan kapal PT Waruna Nusa Sentana Shipyard Indonesia, Pelabuhan Belawan, Senin (11/5) sekira pukul 08:30, bertambah menjadi 5 orang.

Jasad kelima korban kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diotopsi.

Kelima korban tewas yang merupakan pekerja di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan ditemukan sekira pukul 22:00 saat kondisi di dalam kapal tanker sudah mengalami pendinginan.

Salah seorang korban tewas diketahui bernama Suwondo warga Lorong Perhatian Kota Belawan sedangkan empat lagi identitas mayat belum diketahui karena masih dalam penyelidikan oleh Tim Labfor Poldasu.

Informasi yang diperoleh Waspada, Selasa (12/5), hingga kini sejumlah pekerja kapal, Tim SAR dan Labfor serta personil Polres Pelabuhan Belawan masih melakukan penyisiran di dalam kapal. Hujan deras yang mengguyuri Kota Medan sejak tadi malam hingga Selasa (12/5) dinihari sangat membantu untuk mendinginkan kapal tanker tersebut.

Pencarian korban dimulai setelah api di atas kapal tanker berbendera India tersebut berhasil dipadahamkan pada pukul 17.00 WIB, disusul turunnya hujan, sehingga kondisi kapal mulai mendingin. Para korban yang dikabarkan terjebak di dalam dek kapal. Sejumlah mayat yang ditemukan sulit dikenali, karena sebagian besar tubuh hangus terbakar. Hanya Suwondo yang dikenali jasadnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapal

tanker MT Jag Leela yang sedang naik dok (diperbaiki) di galangan kapal PT Waruna Nusa Sentana Shipyard, Pelabuhan Belawan, Medan, musnah terbakar.

Ledakan keras terdengar berkali-kali mengakibatkan puluhan pekerja menderita luka-luka bakar dan 2 orang pekerja tewas sedangkan kerugian diperkirakan mencapai miliyaran rupiah.

Sejumlah mobil ambulans terlihat hilir mudik di lokasi kebakaran untuk membawa puluhan pekerja galangan kapal dan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit PHC Belawan, Rumah Sakit TNI AL Dr Komang Belawan sedangkan pekerja yang menderita luka bakar berat dilarikan ke rumah sakit di Medan.

Informasi yang diperoleh di lokasi kebakaran, pagi itu para pekerja sedang melaksanakan tugasnya secara rutin dan tiba-tiba terlihat kepulan asap tebal menjulang tinggi ke udara yang diiringi dengan suara ledakan keras.
“Saat itu, seorang pekerja sedang memotong plat besi dengan cara mengelas di dinding palka. Tiba-tiba percikan api menyambar genangan minyak.
Sejumlah pekerja yang sedang berada di bagian luar terkena semburan api dan berhasil menyelamatkan diri, sebagian pekerja melompat ke laut,” sebut seorang pekerja.

Para pekerja lainnya yang sedang berada di dalam kapal tersebut belum diketahui kondisinya karena diduga terjebak kobaran api dan kepulan asap tebal nan hitam pekat.

Kuatnya suara ledakan yang berkali-kali itu sempat membuat seorang petugas pemadam kebakaran melompat ke laut.

“Diduga panik dan kuatnya suara ledakan, seorang petugas pemadam kebakaran yang sedang melakukan penyemprotan tiba-tiba melompat ke laut,” sebut seorang warga yang menyaksikan peristiwa kebakaran tersebut.

Salah seorang warga, Awal Yatim , 50, mengaku terkejut saat mendengar suara ledakan keras sehingga keluarganya berhamburan keluar rumah untuk melihat apa gerangan yang terjadi.

“Setelah ledakan keras itu, aku langsung keluar rumah dan kulihat asap sudah membumbung tinggi dari areal galangan kapal Waruna,” sebut ujar Awal, warga Kelurahan Bagandeli, Kecamatan Medan Belawan.

Tidak lama kemudian ratusan warga dan puluhan petugas Polres Pelabuhan Belawan berdatangan ke dekat lokasi kebakaran untuk melihat apa yang sedang terjadi. Kebakaran tersebut sempat membuat arus lalu lintas di sepanjang Jl. Pelabuhan Raya jadi macat. 10 unit mobil pemadam dari Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran Pemko Medan dan sejumlah mobil pemadam kebakaran dari Pelindo 1 juga hilir mudik untuk memadamkan kobaran api. Hingga pukul 16:00, kobaran api masih belum bisa dijinakkan sepenuhnya.

Kapal MT Jag Leela memiliki panjang sekira 250 meter dan merupakan kapal pengangkut minyak milik PT Waruna Shipyard Indonesia. Sebelum terbakar, mapal tersebut sudah dua minggu naik dok dan sedang dalam proses perbaikan.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Dayan yang dikonfirmasi wartawan menyebutkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Asal api dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan sedangkan korban jiwa yang tercatat 22 orang luka bakar dirawat di Rumah Sakit PHC Belawan dan RS TNI AL Dr Komang Belawan. 1 orang meninggal dunia dan dilarikan ke RS Brimob,” jawab Kapolres.
Kapolres menambahkan, pihaknya belum bisa masuk ke dalam kapal untuk melakukan penyelidikan karena api belum sepenuhnya bisa dipadamkan apalagi asap tebal masih terus keluar dari dalam kapal tanker tersebut.

“Penyelidikan yang dilakukan masih sebatas pada bagian dermaga dan pelataran kerja. Sedangkan untuk bagian dalam kapal belum bisa dimasuki karena belum aman. Asap tebal masih terus keluar dari dalam kapal,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Camat Belawan Ahmad SP menyebutkan, jumlah pekerja yang terlihat masuk ke rumah sakit baru 12 orang dan sedang dilakukan pendataan apakah ada warga Belawan yang menjadi korban,” ujar Ahmad.

Nama-nama pekerja yang mengalami luka bakar ringan dan berat yang dirawat Rumah Sakit PHC Belawan masing-masing Juhendri ,40, Mahyaruddin ,37, Sandro Sitorus, 24, Aldi Syahputra ,21, Irfan Efendi ,28, dan Dahrul ,31.

Selanjutnya, Irwanto ,40, Junaidi, 29, Ilham ,38, Gunawan ,31, dan Awaluddin ,32, mengalami luka ringan dan mendapat pelayanan rawat jalan.

Sementara untuk korban yang dirawat di Rumah Sakit TNI AL Komang Makes Lantamal I Belawan sebanyak enam orang yakni Rizky Alexander, luka bakar pada bahagian tangan, warga Perumahan Bumi Permai,  Eko Wilistio ,35, mengalami luka bakar ringan, warga Jl. Pasar lama Lingk 24 Kel. Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan,  Mohammad Diva Negara Lubis ,27, Sutino ,46, warga Gang Bima Lingk 6, Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan, Rahmad Hidayat ,30, warga Jl. Young Panah Hijau, Kel. Labuhan Deli dan Ameng Hukato ,19, tinggal di Mess PT. Waruna Nusa Sentana Belawan.(m27)

Waspada/Andi Aria Tirtayasa

Kapal tanker MT Jag Leela yang sedang naik dok (diperbaiki) terbakar di galangan kapal PT Waruna Shipyard Indonesia, Belawan, Senin (11/5) sekira pukul 08:30 terbakar. Puluhan pekerja menderita luka bakar dan 5 orang tewas.

D

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2