Waspada
Waspada » Pasar Kekurangan Daging
Headlines Medan

Pasar Kekurangan Daging

KETUA I Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Adrian Lame Muhar didampingi Ketua Komite Nasional Dewan UKM Indonesia Irwan Wijaya HS saat berdiskusi dengan pengurus P4S Bumi Lestari.
KETUA I Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Adrian Lame Muhar didampingi Ketua Komite Nasional Dewan UKM Indonesia Irwan Wijaya HS saat berdiskusi dengan pengurus P4S Bumi Lestari.

MEDAN (Waspada): Penggagas Pusat Pelatihan Pengembangan Peternakan Rakyat Terpadu (P4RT) Dewi Budiati Teruna J Said bersama pengurus Lembaga P4S Bumi Lestari Edy Koesriadi menerima kunjungan Ketua I Induk Koperasi Pedagang Pasar Indonesia (Inkoppas) Adrian Lame Muhar serta Ketua Komite Nasional Dewan UKM Indonesia Irwan Wijaya HS bertempat di kantor P4S Bumi Lestari di Jalan Selamat No 40 Medan, Senin (30/11).

Pertemuan bersama rombongan dari Jakarta yang juga dihadiri Staf Ahli Kementerian BUMN itu berlangsung hikmat.

Dalam kesempatan itu Ketua I Inkoppas Indonesia Adrian Lame Muhar yang juga Ketua Dewan Pengawas P4RT menjelaskan, saat ini Indonesia defisit daging sapi sebanyak 1,8 juta ton per tahunnya.

Untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri, Indonesia harus mengimport.

Untuk itu perlu didorong peternakan sapi dalam negeri, sehingga mampu memenuhi kebutuhan daging dalam negeri dan tak hanya mampu memenuhi kebutuhan kurban saat hari raya Idul Adha saja.

Adrian menyambut baik berdirinya lembaga P4RT di Sumut, yang diharapkan dapat menjadi pilot project swadaya pertanian dan peternakan di Sumut.

“Harus ada hasil output yang maksimal. Mengingat saat ini kita belum swasembada daging. Saya tahu persis berapa kebutuhan daging di Indonesia karena sering berdialog dengan para pedagang pasar,” tegas Adrian.

Sementara itu Ketua Komnas Dewan UKM Indonesia Irwan Wijaya HS menyampaikan, pemerintah itu selalu melihat pergerakan dari masyarakat dulu atau inisiatif masyarakat untuk mengembangkan berbagai kelembagaan termasuk P4RT ini.

Ditambahkannya, dalam mengelola lembaga ini, pengurus wajib menyertakan sistem manajemen bisnis yang cermat dan harus ada bisnis oriented melalui wadah koperasi.

Selain itu dengan adanya unit usaha dapat menarik masyarakat mengikuti program yang ditawarkan, termasuk pelatihan yang digelar P4RT.

“Lembaga ini sebaiknya memberikan stimulus, pembiayaan dan akses pasar bagi masyarakat pasca pelatihan serta memberikan sertifikasi bagi peternak dan petani,” pungkasnya.

Sedangkan Staf Ahli Kementerian BUMN Tirta menambahkan, untuk mendapat modal kerja bagi kelompok petani dan peternak dapat memanfaatkan bantuan CSR dan kemitraan BUMN yang cukup banyak digelontorkan pemerintah.

“Untuk mengakses bantuan ini cukup mengajukan proposal bantuan kepada BUMN termasuk perbankan di bawah BUMN, seperti BNI, Bank Mandiri, BRI dan perusahaan BUMN yang banyak membantu akses modal bagi peternak sapi dan kambing di Indonesia,” sebutnya.

Ketua P4S Bumi Lestari Edy Koesriadi didampingi sekretaris P4S Rahmat Setia Budi menjelaskan, lokasi P4RT berada di lahan seluas 5 hektar di Kabupaten Serdang Bedagai akan dibangun sistem peternakan yang efektif, efisien, mandiri dan terintegrasi buat masyarakat.

Di dalam kawasan P4RT ini akan dibangun berbagai fasilitas diantaranya ruang pertemuan dan penginapan buat pengunjung dari luar kota, menyediakan bibit unggul ternak buat indukan yang akan dibuahi dan pengolahan pakan ternak alami serta dan pengolahan hasil turunan peternakan seperti telur asin, susu sapi dan sebagainya.

P4S Bumi Lestari ini salah satu lembaga yng ijin pendiriannya terdapat di Kementerian Pertanian RI.

Sedangkan P4RT adalah programnya yang digagas oleh praktisi sosial Dewi Budiati bersama sejumlah pakar yang tergabung dalam P4S Bumi Lestari. (m15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2