Partai Hanura Putuskan Pecat PG Dari DPRD Labura

Partai Hanura Putuskan Pecat PG Dari DPRD Labura

  • Bagikan
OKNUM anggota DPRD Kabupaten Labura inisial PG (kiri) dan 2 orang temannya saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan. Partai Hanura mengambil sikap dan putuskan pecat PG dari anggota DPRD Labura. Waspada/Ist
OKNUM anggota DPRD Kabupaten Labura inisial PG (kiri) dan 2 orang temannya saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan. Partai Hanura mengambil sikap dan putuskan pecat PG dari anggota DPRD Labura. Waspada/Ist

AEKKANOPAN (Waspada): Menyusul skandal oknum anggota DPRD Labuhan Batu Utara ditangkap polisi usai pesta narkoba, Partai Hanura mengambil sikap dan putuskan pecat PG dari anggota DPRD Labura.

Ketua DPD Hanura Sumut Kodrat Shah membenarkan partai Hanura sudah putuskan pecat PG dari keanggotaan DPRD Labura.

“Saya sudah perintahkan DPC Hanura Labura untuk proses PAW,” kata Kodrat Shah saat dikonfirmasi wartawan, Senin (30/11).

Dia tak menjelaskan detail siapa yang akan menggantikan PG di DPRD Labura. Kodrat juga belum menjelaskan detail kapan proses PAW bakal tuntas.

Ketua DPC Hanura Kabupaten Labura Amran Pasaribu dikonfirmasi Waspada via seluler, Selasa (1/12) membenarkan bahwa anggotanya yang ditahan di Polrestabes Medan berinisial PG yang terlibat kasus narkoba.

“Benar PG anggota DPRD Labura, hingga saat ini dia belum menjalani disidang. Ketua DPD Hanura Sumut pak Kodrat Shah tadi berkomunikasi dengan saya, sudah saya tanyakan petunjuk dan perintah soal si PG, katanya langsung siapkan PAW artinya sudah mau diberhentikannya,” katanya.

Dijelaskan Amran, pihaknya dari DPC Hanura Kabupaten Labura tidak ada hak mem-PAW kan anggota, yang berhak adalah DPP Hanura. Apa yang diperintahkan DPP, akan kami laksanakan sesuai AD/RT partai.

“Kami dari DPC Hanura Kabupaten Labura menunggu perintah resmi secara tertulis dari DPP. Atas tragedi ini sangat disesali sebagai kader Hanura dan sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Labura, karena PG adalah anggota DPRD Kabupaten Labura,” imbuhnya.

Amran yang juga pimpinan DPRD Kabupaten Labura menerangkan, kalau untuk suara di bawah PG adalah Sonang Purba, namun itu internal dan wewenang partai dari DPP Hanura.

“Surat pemecatan belum kami lakukan, karena surat dari DPP decara tertulis belum diterima, yang menyampaikan itu nantinya Ketua DPD Sumut. Hal ini sudah saya pertanyaan pada pak Kodrat bahwa dia mengatakan siapkan PAW, ” jelasnya.

“Nanti ada surat dari DPP, DPC akan menanggapi surat tersebut siapa yang di bawah PG, selanjutnya kami usulkan. Kami tidak mau mem-PAW dari Ketua Kodrat secara lisan, kami mau perintah PAW secara tertulis supaya ada barang bukti bagi kami,” cetus Amran.

Saat ditanya kapan diketahui PG ditangkap polisi, lalu Amran menjawab, PG diketahui ditangkap polisi setelah konferensi pers di Polrestabes Medan yang dilihat kiriman dari WA kawan-kawan serta laporan Sekjen DPC Hanura Labura.

Ditangkap

Diketahui sebelumnya PG dan 2 orang temannya ditangkap petugas Satuan Polrestabes Medan di Jalan Iskandar Muda Medan usai pesta narkoba.

PG, 30, warga Dusun Teluk Katung, Desa Tanjung Mangedar, Kec. Kualuh Hilir (anggota DPRD Labura) dan 2 orang temannya yakni JL ,27, (supir) warga Aekkanopan, Kec. Kualuhhulu, Kabupaten Labura.

Bersamanya ada seorang wanita LR ,22, warga Jalan Sempurna Ujung, No 225, Kec. Medan Denai ditangkap karena menyimpan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 0, 06 gram di dalam mobil Avanza warna hitam BK 1124 IY.

Kejadian pada, Jumat (20/11) lalu sekitar pukul 04:00 Wib dini hari, petugas kepolisian sedang melakukan penyelidikan di Jalan Iskandar Muda Medan dan mencurigai 1 unit mobil Avanza warna hitam BK 1124 IY parkir di depan minimarket.

Selanjutnya petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan badan terhadap dua orang laki-laki. Kemudian disaksikan ketiga tersangka dilakukan pengeledahan dalam mobil yang mereka kendarai.

Hasil pengeledahan, ditemukan barang bukti seperempat butir pil ekstasi warna pink pinggiran dengan berat bersih 0, 06 gram dalam lobang kartu di dasboard mobil Avanza warna hitam BK 1124 IY.

Setelah diinterogasi, ketiga orang tersebut tidak mengakui kepemilikan barang bukti. (c04/B)

  • Bagikan