Pakistan Sahkan UU Kebiri Kimia Bagi Pemerkosa

  • Bagikan
Seorang demonstran di Islamabad, Pakistan, membawa spanduk yang membela korban perkosaan. Parlemen Pakistan telah mengesahkan UU antiperkosaan yang mengatur ancaman hukuman kebiri kimia bagi pelaku pelecehan seksual. Reuters

     ISLAMABAD, Pakistan (Waspada): Parlemen Pakistan mengesahkan undang-undang antiperkosaan. Undang-undang baru ini mengatur ancaman hukuman kebiri kimia bagi pelaku pelecehan seksual.

     Dilansir Malay Mail, Jumat (19/11/2021), aturan baru ini diharapkan dapat mencegah meningkatnya kasus kekerasan seksual di Pakistan. Pengesahan undang-undang itu dilakukan parlemen setempat pada Kamis.

     Aturan baru di Pakistan ini mengatur pembentukan pengadilan khusus pelecehan seksual. Penggunaan perangkat modern juga diperbolehkan dalam investigasi.

     Undang-undang akan langsung berlaku usai ditandatangani Perdana Menteri Imran Khan. Rencananya, undang-undang baru ini ditandatangani pada 24 November 2021.

     “Undang-undang ini akan jelas dan transparan serta membuka jalan bagi penegakan hukum yang ketat,” seru Khan. Dia menegaskan korban bisa melapor tanpa rasa takut. “Pemerintah akan melindungi identitas mereka,” tegas dia.

     Pemberlakuan hukuman kebiri bagi pelaku pelecehan seksual menjadi perdebatan panas di Pakistan beberapa waktu terakhir. Bahkan, ada yang meminta hukuman lebih keras bagi pelaku, termasuk digantung di hadapan publik.

     Kebiri kimia adalah penggunaan obat-obatan untuk menurunkan libido atau aktivitas seksual. Ini adalah bentuk hukuman di negara-negara termasuk Korea Selatan, Polandia, Republik Ceko dan di beberapa negara bagian AS.

Hanya kurang dari 3 persen serangan seksual atau kasus pemerkosaan yang dijatuhi hukuman di Pakistan, menurut laporan Reuters Desember lalu mengutip War Against Rape, lembaga nirlaba yang berbasis di Karachi.

     Dalam keputusan penting pada bulan Januari, tes keperawanan pada korban kekerasan seksual dilarang di provinsi terpadat Pakistan, Punjab.

     Apa yang disebut tes keperawanan, meliputi pemeriksaan selaput dara atau memasukkan dua jari ke dalam vagina, adalah pemeriksaan invasif yang dilakukan dengan keyakinan tes tersebut dapat menentukan apakah seorang wanita masih perawan. (malay mail/reuters/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *