Waspada
Waspada » Pagar Bambu Min 8 Blang Ara Memprihatinkan
Aceh Headlines Pendidikan

Pagar Bambu Min 8 Blang Ara Memprihatinkan

PAGAR yang dibuat dari bambu di MIN 8 Blang Ara Kecamatan Seunagan Timur Nagan Raya diperlihatkan warga yang sudah rusak dan patah, Selasa (3/3). Waspada/Muji Burrahman
PAGAR yang dibuat dari bambu di MIN 8 Blang Ara Kecamatan Seunagan Timur Nagan Raya diperlihatkan warga yang sudah rusak dan patah, Selasa (3/3). Waspada/Muji Burrahman

NAGAN RAYA (Waspada): Puluhan tahun pagar MIN 8 Blang Ara Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya sangat memprihatinkan. Pasalnya selain pagar dari bambu juga pintu dari kayu dan bambu, Selasa (3/3).

Pantauan Waspada proses belajar mengajar di MIN menjadi tidak nyaman saat jam istirahat dan sangat disayangkan disebabkan sekolah tersebut satu-satunya sekolah yang ramai siswa.

Ardianto salah satu warga menjelaskan, hampir 25 tahun pagar sekolah ini di buat dari bambu dan beberapa bulan rusak atau patah bambu tersrbut dan di saat di perbaiki dibantu anak sekolah sehingga pagar tersebut sangat memprihatinkan selama ini.

Ia menambahkan, seharusnya sekolah yang begitu ramai siswa ini sepatutnya dibangun pagar yang lebih bagus ataupun sederhana sehingga sekolah bisa lebih bagus kalau ada pagarnya.

“Kami harapkan agar pagar yang selama ini di bangun dengan bambu segera segera di buat, kalau di bilang naik profosal sudah ribuan akan tetapi tidak turun juga,” harap Ardianto panggilan Bang Brewot.

Kepala MIN 8 Blang Ara M. Dahlan mengungkapkan, “memang selama ini sekolah kami sangat jauh dengan sekolah lain dan kami sangat disayangkan sekolah sudah bagus akan tetapi pagarnya tidak bagus, bahkan sudah beberapa kali dinaikkan untuk dapat dibangun pagar tersebut sampai sekarang belum terbangun.”

“Kami minta pihak terkait agar dapat memperhatikan pagar yang sudah lama tidak terbangun agar tidak terjadi hal-hal yang kita inginkan seperti saat siswa jam istirahat main bercanda dengan bambu yang terlengket paku,” pinta Dahlan.

Kasubbag TU Kandepag Nagan Raya T.Edi Putra kepada Waspada mengatakan, sertifikat tanah belum ada jadi tidak bisa dilaksanakan bangunan tersebut, kalau ada sertifikat tanah tentang sekolah yang di maksud baru bisa kita usulkan dan dinaikkan.

Bahkan dalam dipa pun belum masuk sehingga bangunan pagar tidak bisa dilakukan karena ini keputusan dari pusat, dengan dipa pun tidak ada tentang pembuatan pagar tersebut. (Cb07)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2