Pabrik Di Langsa Diduga Buang Limbah Cair Ke Pemukiman Warga
banner 325x300

Pabrik Di Langsa Diduga Buang Limbah Cair Ke Pemukiman Warga

  • Bagikan
LIMBAH cair pabrik yang dibuang ke saluran parit warga di di Gampong Alur Dua Bakaran Bate, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Waspada/dede
LIMBAH cair pabrik yang dibuang ke saluran parit warga di di Gampong Alur Dua Bakaran Bate, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Waspada/dede

LANGSA (Waspada): Pabrik Di Langsa diduga buang limbah cair ke pemukiman warga, Minggu (3/5). Pabrik tersebut berada di Gampong Alur Dua Bakaran Bate, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa.

Warga Gampong Alur Dua Bakaran Bate, Kecamatan Langsa Barat yang enggan menyebutkan jati dirinya menyatakan, cairan limbah berwarna merah pekat tersebut diduga sengaja dibuang pabrik lem PT AMI ke saluran parit gampong.

“Kita khawatirkan, cairan limbah pabrik lem tersebut masih mengandung zat kimia, sehingga sangat berbahaya bagi masyarakat dan ternak warga,” sebutnya.

Akibat pembuangan limbah cair tersebut tentunya akan mencemari lingkungan.

Apalagi Gampong Bakaran Bate merupakan daerah padat penduduk, sehingga berbahaya bagi keselamatan warga.

“Kami minta aparat penegak hukum agar segera menindaklanjuti, jangan sampai warga mengambil tindakan anarkis,” ungkapnya.

Geuchik Membenarkan

Sementara itu Geuchik Gampong Alue Dua Bakaran Batee, Andi Syahputra yang dikonfirmasi membenarkan sejak kemarin adanya pembuangan limbah secara sembrono oleh pihak pabrik lem PT AMI dan ini sangat berdampak terhadap lingkungan serta kesehatan warga.

“Saya selaku pimpinan di gampong sangat mengecam keras atas tindakan pihak pabrik yang membuang limbahnya ke parit atau saluran di sekitaran lingkungan warga yang membawa dampak pencemaran lingkungan terhadap warga,” tegas Andi dengan nada geram.

Tidak sampai disitu saja, Andi, juga berujar bahwa persoalan pembuangan limbah ini seyogianya dapat dilimpahkan pada pihak berwajib agar dapat diproses secara hukum.

“Kita minta pihak kepolisian mengambil langkah cepat terhadap pembuangan limbah ini, yang kita khawatirkan apabila warga sekitarnya melakukan aksi, karena dari pihak manager enggan melakukan pertemuan dengan warga,” jelas Andi.

Kendati demikian, pihak pabrik kurang pengertiannya terhadap Gampong Alue Dua Bakaran Bate, khusus mengenai CSR-nya.

Dan parahnya lagi limbah itu dibuang sewaktu hujan bahkan sering terjadi malam hari.

“Pihak gampong dan tokoh masyarakat pernah mempertanyakan keluhan warga, namun pihak manajemen tidak mau ditemui,” pungkas Andi.

Sementara Asisten Manejer PT AMI, Dody yang dikonfirmasi awak media terkait kebocoran limbah tersebut mengaku tidak mengetahui hal itu.

“Karena itu bukan bidang dan wewenang saya,” ujarnya.

“Berhubung hari ini kan libur, sebaiknya bisa menghubungi humas, besok (Senin,4/5),” ungkapnya singkat. (b13)

  • Bagikan