Waspada
Waspada » Orang Tua Minta Murid SD Segera Belajar Tatap Muka
Aceh Headlines

Orang Tua Minta Murid SD Segera Belajar Tatap Muka

SARBIANI Agam salah satu wali murid di Singkil berharap bisa segera belajar tatap muka. Waspada/Ist
SARBIANI Agam salah satu wali murid di Singkil berharap bisa segera belajar tatap muka. Waspada/Ist

SINGKIL (Waspada): Orang tua siswa di Singkil mengaku kewalahan membimbing anaknya dengan sistem pembelajaran dalam jaringan atau belajar dirumah.

Sehingga sudah saatnya belajar tatap muka bagi siswa SD bisa segera dilaksanakan.

Salah satu wali murid di Desa Pulo Sarok Sarbaini Agam kepada Waspada, Rabu (29/7) mengaku kwalahan membimbing sendiri anaknya belajar.

Sebab katanya, selain tidak mampu pembelajaran juga sudah pasti tidak maksimal.

“Gimana kita mau mengajar, anak tadi pun manja sama orang tua, terakhir malas dan tidak serius belajar, akhirnya bikin gak sabar. Buat emosi kita aja, karena bukan itu aja kerjaan kita,” ucap Agam.

Dari pada kasian anak terus kita marahi kalau belajar, alangkah baik nya sudah saatnya dimulai belajar tatap muka di sekolah.

“Banyak orang tua dipedalaman tidak bisa baca tulis dan harus mengajar anaknya. Belum lagi orang tua pun gak tamat SD, ada pula anak yang sudah SMP. Macam mana pula tuh, ya gak maksimal pembelajarannya,” bebernya.

Aceh Singkil merupakan kawasan zona hijau.

Selama dua minggu SMP dan SMA sudah belajar dan Alhamdulillah aman.

Termasuk dikawasan zona merah sampai saat ini anak-anak sekolah juga aman.

Sehingga sudah saatnya murid SD bisa masuk belajar tatap muka di sekolah.

Namun dengan konsekwensi tetap mematuhi protokoler kesehatan.

Dengan mencuci tangan dan pakai masker serta pemeriksaan suhu tubuh saat masuk dan pulang sekolah.

“Kami tetap akan patuhi itu, ini bukan keinginan saya saja. Banyak orang tua lain juga merasakan hal yang sama, dan berharap anaknya bisa sekolah,” ucap Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Singkil itu.

Persoalan lainnya, belum lagi adik saya juga kwalahan belajar dengan sistem dalam jaringan (Daring).

Karena kondisi yang minim sehingga tidak memiliki sarana-prasarana android.

Sudah saya kasi android bekas, dia juga tidak bisa mengoperasikannya, akhirnya terpaksa menumpang minta bantuan tetangga saat belajar, ujarnya yang mengaku khawatir dengan pendidikan anak jika terus dilaksanakan pembelajaran Daring tersebut.

Agam berharap pemerintah segera mengintruksikan sekolah agar bisa segera kembali melaksanakan belajar tatap muka.

Sehingga pendidikan mereka tidak hanya berharap dengan jaringan, tanpa bimbingan etika dan akhlaknya, tandas Agam.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil Khalilullah mengatakan, tingkat sekolah dasar (SD) sederajat masih belum dibenarkan untuk belajar tatap muka.

Dan masih melaksanakan belajar jarak jauh atau belajar dari rumah (BDR).

Jika selama sebulan kegiatan belajar tatap muka SMP maupun SMA aman dan dipastikan tidak ada yang terpapar, paling lama September sudah bisa masuk sekolah.

Dan akan disesuaikan dengan petunjuk terbaru 4 Menteri berikutnya, sebutnya. (b25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2