Oknum Polisi Pembunuh Dua Wanita Terancam Hukuman Mati

Oknum Polisi Pembunuh Dua Wanita Terancam Hukuman Mati

  • Bagikan
TERDAKWA saat menjalani sidang online di PN Medan, Senin (21/6) sore. Oknum polisi pembunuh dua wanita ini terancam hukuman mati. Waspada/Rama Andriawan.
TERDAKWA saat menjalani sidang online di PN Medan, Senin (21/6) sore. Oknum polisi pembunuh dua wanita ini terancam hukuman mati. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Oknum Polisi dari Polres Pelabuhan Belawan, Roni Syahputra, didakwa jaksa penuntut umum (JPU) dengan pasal berlapis. Ia didakwa melanggar Pasal 340 subs Pasal 338 KUHP Jo Pasal 65 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Terdakwa sebelumnya telah melakukan perbuatan pembunuhan sadis terhadap dua wanita, Riska Fitria dan Aprila Cinta. Mayat kedua terdakwa di buang terdakwa di pinggir jalan. Kejadian pada bulan Februari lalu ini sempat menggegerkan warga Medan.

Dalam sidang beragendakan pembacaan dakwaan, tim JPU Julita Rismayadi Purba dan Bastian dalam surat dakwaan menjelaskan, perkara ini berawal pada Februari 2021, sekira pukul 14.00

Saat itu terdakwa yang tertarik dengan korban Riska Fitria, warga Lorong VI, Veteran Bagan Deli, Kec. Medan Belawan yang merupakan tenaga honorer di Polres Pelabuhan Belawan menghubungi Riska untuk bertemu dengan alasan untuk membicarakan masalah titipan.

“Terdakwa membuat suatu cerita seolah-olah barang yang disebutkan oleh Riska sudah ada pada terdakwa,” ucap JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Hendra Utama Sutardodo, di Ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (21/6).

Terdakwa dan korban Riska lalu janjian bertemu di Polres Pelabuhan Belawan. Dari rumahnya, terdakwa mengendarai mobil miliknya.

Sedangkan korban Riska, ditemani oleh tetangganya Aprila Cinta yang juga menjadi korban dalam perkara ini.

“Sesampainya di Polres Pelabuhan Belawan, terdakwa kemudian menyuruh korban Riska dan Aprila naik ke dalam mobilnya,” kata JPU

Ambil Titipan Handphone

Korban Riska sempat curiga dan bertanya kepada terdakwa. “Mau kemana pak”, terdakwa mengatakan “Tapi mau mengambil titipan handphone dan uang di ATM”.

Terdakwa selanjutnya mengemudikan mobil ke arah Jl. Haji Anif, Kec. Percut Seituan, Kab. Deliserdang. Di dalam mobil, terdakwa mengatakan kepada korban Riska bahwa persoalan handphone dan uang titipan nanti saja diselesaikan. Namun, korban keberatan.

Namun di luar duugaan, masih di dalam mobil terdakwa menarik tangan sebelah kiri Riska. Karena kaget, Riska lalu menolaknya. Tetapi terdakwa membentak dan mengancam. Bahkan, mulai memeluk korban.

Korban terus berontak, sedangkan temannya Aprila langsung berteriak, namun terdakwa melakukan penganiayaan terhadap kedua korban.

“Kepala kedua korban dipukul. Tangan diborgol, mulut dilakban. Selanjutnya terdakwa membawa kedua korban ke Hotel Alam Indah di Jl Jamin Ginting, Kel. Simpang Selayang, Kec. Medan Tuntungan dan memesan kamar seharga Rp80 ribu. Kemudian tanpa sepengetahuan room boy, terdakwa memasukkan kedua korban ke dalam kamar,” ungkap JPU.

Di dalam kamar, terdakwa mencoba untuk memperkosa korban Riska terlebih dahulu. Namun karena saat itu Riska sedang datang bulan, sehingga dengan kesal terdakwa kembali memakaikan celana Riska, dan terdakwa melampiaskannya kepada korban Aprila.

“Puas melakukan perkosaan, terdakwa lalu membawa kedua korban ke rumah terdakwa masih dengan posisi tangan diborgol dan mulut dilakban,” ujar JPU.

Lanjut JPU, sebelum tiba di rumah, terdakwa menghubungi istrinya, yakni saksi Elvrina Makmur Caniago alias Pipit dan mengatakan “bentar lagi saya nyampe rumah”, supaya bukakan pintu pagar”.

Ancam Bunuh Istri

Sesampainya di rumah, terdakwa kemudian memasukkan kedua korban ke kamar. Terdakwa menyekap keduanya.

“Istri terdakwa sempat bertanya kenapa kedua korban dibawa ke kamar. Namun terdakwa langsung mengancam akan membunuh istrinya jika banyak tanya,” tutur JPU.

Keesokan harinya karena pikiran terdakwa semakin tidak menentu takut aksinya diketahui orang, timbul niat terdakwa untuk menghabisi nyawa kedua korban.

“Korban pertama yang dibunuh oleh terdakwa adalah Riska. Terdakwa mengambil bantal dan duduk di atas perut Riska dengan menekan sekuat tenaganya, sehingga Riska pun meninggal dunia,” jelas JPU

Dengan cara yang sama, terdakwa juga membunuh Aprila. Mayat keduanya lalu dibuang di dua lokasi yang berbeda. Mayat Riska dibuang di kawasan Perbaungan, Kab. Sergai dan mayat Aprila dibuang di Jl. Budi Kemasyarakatan, Kel. Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat. (m32).

 

  • Bagikan