Waspada
Waspada » Oknum Polisi Lolos Hukuman Mati
Headlines

Oknum Polisi Lolos Hukuman Mati

OKNUM polisi dari Polres Padangsidimpuan saat mendengarkan sidang putusan di PN Medan. Oknum polisi Bripka Witno Suwito lolos dari hukuman mati setelah hakim menjatuhkan vonis 20 tahun penjara. Waspada/Ist
OKNUM polisi dari Polres Padangsidimpuan saat mendengarkan sidang putusan di PN Medan. Oknum polisi Bripka Witno Suwito lolos dari hukuman mati setelah hakim menjatuhkan vonis 20 tahun penjara. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Hakim Ketua Jarihat Simarmata menghukum terdakwa Bripka Witno Suwito dengan pidana 20 tahun penjara. Dengan hukuman itu, oknum polisi tersebut lolos dari hukuman mati terkait kasus rekayasa penyitaan ganja seberat 327 kg.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Witno Suwito, terbukti bersalah melawan hukum menerima narkotika golongan I bentuk tanaman beratnya lebih dari 1 kilogram. Menghukum terdakwa dengan pidana selama 20 tahun denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” ucap majelis hakim di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri Medan, Selasa (12/1) sore.

Hukuman yang sama juga diberikan majelis hakim terhadap warga sipil, Edy Anto Ritonga alias Gaya yang terlibat dalam rekayasa pengungkapan ganja tersebut. Sebelumnya ia juga dituntut mati oleh jaksa penuntut umum.

Sedangkan Aiptu Martua Pandapotan Batubara, eks Kanit IV Sat Narkoba Polres Padangsidimpuan dihukum 13 tahun penjara. Pada sidang sebelumnya ia dituntut seumur hidup oleh jaksa.

Sementara terdakwa lain dalam sidang pembacaan putusan yang diketuai majelis hakim Martua Sagala, menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara terhadap, Briptu Rory Mirryam Sihite, Bripka Andi Pranata, Brigadir Dedi Azwar Anas Harahap, Bripka Rudi Hartono, Brigadir Antoni Fresdy Lubis, dan Brigadir Amdani Damanik, yang sebelumnya dituntut 20 tahun penjara.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan, hal yang memberatkan para terdakwa adalah delapan terdakwa merupakan anggota Polri yang seharusnya mengayomi masyarakat.

Selain itu, perbuatan mereka tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

“Perbuatan para terdakwa melanggar Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 115 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” sebut hakim.

Dalam sidang putusan itu, hakim anggota Tengku Oyong, sempat mengeluarkan dissenting opinion (perbedaan pendapat) dalam memutuskan perkara itu.

Namun akhirnya, Oknum polisi lolos dari hukuman mati dengan vonis yang diterimanya selama 20 tahun penjara.

Menerima Pekerjaan

Mengutip dakwaan jaksa penuntut umum Abdul Hakim Sorimuda Harahap, mengatakan kasus berawal saat Edi Anto Ritonga alias Gaya menerima pekerjaan dari Mulia (DPO) pada awal Februari 2020.

Kemudian Mulia menyerahkan 15 karung ganja dan menyebut harga modal Rp1.600.000 per Kg sehingga total modalnya Rp400.000.000. Ganja itu kemudian dibawa dan disimpan di gudang samping rumahnya di Jl  Alboin Hutabarat Gang Dame Kampung Darek Kel. Wek VI, Kec. Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.

Lalu, pada Februari 2020, Kampung Darek digerebek Satuan Reserse Narkoba Polres Tapanuli Selatan.

Lokasi yang digerebek sekitar 500 meter dari rumah Edi Anto Ritonga.

Pria yang berprofesi sebagai sopir ini mulai was-was. Keesokan harinya dia menghubungi Mulia dan memintanya mengambil 15 karung ganja dari rumahnya.

Sementara hari itu juga, Edi Santoso alias Edi Ramos (DPO) menghubungi Bripka Witno Suwitno. Dia menyatakan mau menyerahkan ganja miliknya yang ada di Kampung Darek, syaratnya dia dan Edi Anto Ritonga tidak ditangkap.

Singkat cerita, Bripka Witno Suwito, bersama 7 rekan satu unitnya bertemu dengan Edi Anto Ritonga dan Kucok (DPO).

Mereka memasukkan sejumlah karung plastik berisi narkotika jenis ganja ke mobil Daihatsu Terios putih mobil Honda Jazz putih yang digunakan aparat kepolisian.

Para personel kepolisian ini akhirnya menyepakati ganja itu diletakkan di areal perkebunan PTPN-III Desa Tarutung Baru, Kec. Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.

Mereka kemudian melapor ke atasannya telah menemukan narkotika tak bertuan. Total ganja yang ditemukan seberat 327 Kg. Namun, rekayasa ini terbongkar. Mereka lalu diamankan. (m32)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2