Waspada
Waspada » Obama Puji ‘Kepemimpinan Berani’ Biden Tarik Pasukan Dari Afghanistan
Headlines Internasional

Obama Puji ‘Kepemimpinan Berani’ Biden Tarik Pasukan Dari Afghanistan

Sejumlah pasukan AS berpatrolid di wilayah Afghanistan. Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memuji ‘kepemimpinan berani’ Presiden Joe Biden dalam mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri perang di Afghanistan dengan menarik pasukannya dari negara itu. Net

WASHINGTON, AS (Waspada): Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memuji ‘kepemimpinan berani’ Presiden Joe Biden dalam mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri perang di Afghanistan dengan menarik pasukannya dari negara itu.

Dilansir Business Insider, Kamis (15/4/2021) perang ini terjadi berlarut-larut selama hampir dua dekade dan berlangsung di banyak beberapa kepemimpinan pemerintahan AS.

Biden berencana menarik semua pasukan AS yang saat ini dikerahkan ke Afghanistan pada 11 September mendatang. Ini yang akan menandai 20 tahun sejak serangan teroris 11 September 2001.

“Saya sekarang adalah presiden Amerika keempat yang memimpin kehadiran pasukan Amerika di Afghanistan,” kata Biden dalam sambutannya Rabu (14/4/2021) waktu setempat di Ruang Perjanjian Gedung Putih mengumumkan langkah itu.

Presiden ke-46 AS itu bersumpah “tidak akan meneruskan tanggung jawab ini kepada yang kelima.” Menurutnya, meski tidak terlibat terlibat di Afghanistan secara militer, pekerjaan diplomatik dan kemanusiaan AS akan terus berjalan.

Tujuannya untuk mendukung pasukan keamanan Afghanistan dan orang-orang melawan Taliban.

“Ini merupakan perjuangan yang panjang dan sulit di Afghanistan, berakar pada tanggapan kami terhadap serangan teroris paling mematikan di tanah air AS dalam sejarah kami,” kata Obama melansir Business Insider.

Obama mengatakan pasukan dan pekerja diplomatik “dapat bangga atas upaya mereka untuk memberikan keadilan bagi (serangan) 9/11, menghancurkan tempat berlindung Al Qaeda. Termasuk melatih Pasukan Keamanan Afghanistan, serta mendukung rakyat Afghanistan di saat bersamaan.”

Invasi AS ke Afghanistan, yang kemudian disebut Operation Enduring Freedom, diluncurkan pada Oktober 2001. Tepatnya hanya beberapa minggu setelah serangan 11 September di World Trade Center.

Tujuan misi ini adalah untuk menghancurkan kelompok teror yang berpihak pada Taliban di balik serangan tersebut, Al-Qaeda, dan pemimpinnya Osama Bin Laden. Pasukan AS membunuh bin Laden dalam serangan 2011 selama masa jabatan pertama Obama.

Tetapi pemerintahannya tidak berhasil mengakhiri kehadiran pasukan AS di negara itu. Dalam memoarnya yang berjudul, A Promised Land di 2020, Obama menulis bahwa “relatif mudah menemukan jalan keluar untuk Irak. Namun kondisinya sangat berbeda untuk Afghanistan. Tidak seperti perang di Irak, bagi saya perang di Afghanistan selalu tampak diperlukan,” tulisnya.

Obama menilai akan ada tantangan yang sangat sulit lebih lanjut di depan di Afghanistan. Untuk itu, AS harus tetap terlibat secara diplomatis dan berupaya membangun, untuk mendukung rakyat Afghanistan. Terutama bagi mereka yang telah mengambil risiko luar biasa atas nama hak asasi manusia.

“Tetapi setelah hampir dua dekade menempatkan pasukan kami dalam bahaya, sekarang saatnya untuk mengakui bahwa kami telah mencapai semua yang kami bisa secara militer, dan bahwa inilah saatnya untuk membawa pulang pasukan kami yang tersisa.” (business insider/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2