Nurmala Ginting Diadili, Tuding PT JAPFA Tbk Cemarkan Lingkungan - Waspada
banner 325x300

Nurmala Ginting Diadili, Tuding PT JAPFA Tbk Cemarkan Lingkungan

  • Bagikan
TERDAKWA Nurmala Cihouta Ginting yang diadili atas kasus UU ITE, saat menjalani persidangan di Ruang Cakra 8 PN Medan, Selasa (8/6). Waspada/Ist
TERDAKWA Nurmala Cihouta Ginting yang diadili atas kasus UU ITE, saat menjalani persidangan di Ruang Cakra 8 PN Medan, Selasa (8/6). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Terdakwa Nurmala Cihouta Ginting diadili atas kasus ITE karena membuat berita bohong dengan menuding PT JAPFA Tbk (peternakan ayam) Simalungun fam 2 dan fam 3 melakukan pencemaran udara dan pencemaran limbah melalui pipa siluman, yang dipostingnya lewat akun facebook miliknya.

Dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (8/6), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anita SH mengatakan, perkara itu bermula pada 17 April 2020 bertempat di sebuah rumah Jalan Prof T Zulkarnain No 12, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, terdakwa Nurmala Cihouta Ginting menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan bohong dengan cara memposting pernyataan lewat akun facebook miliknya atas nama Nurmala Cihouta Ginting.

“Alhamdulilah, Team Advokat Bersatu Phlhpn siap mendampingi masyarakat dan menghadapi mendapat keadilan sampai Pengadilan. Ini masyarakat sudah mulai berani bersuara untuk membuka yang terjadi dan dialami. Team Advokat Bersatu Phlhpn sudah terima surat kuasa khusus masyarakat untuk PT Japfa TBK (peternakan ayam) Simalungun fam 2 dan fam 3 beserta pembuktian pencemaran udara dan pencemaran limbah melalui pipa siluman. Saya ingati apa pun yang ditutupi dan disembunyikan yang buruk merusakan LH dan merugikan masyarakat akan terbongkar dengan sendiri ini dengan jalan Allah. Janji Allah tetap kejujuran, melakukan kebajikan dan tetap ikhtiar dan tetap ikhtiar akan dapat kebaikan abadi. Bismillah,” tulis terdakwa dalam postingannya menurut perkataan jaksa.

Postingan tersebut diunggah terdakwa di akun facebook miliknya menggunakan handphone warna hitam dengan Imei Slot 1: 358489022746729, Imei Slot 2: 358490092746727 dan simcard nomor 081362744677 miliknya.

“Bahwa kalimat atau pemberitahuan yang diposting oleh terdakwa pada akun facebook miliknya tersebut merupakan pemberitahuan yang tidak benar atau bohong dan terdakwa patut menyangka pemberitahuan yang dipostingnya tidak benar atau bohong, karena sebelumnya terdakwa sudah pernah mendapatkan pemberitahuan dari pihak berwenang,” ujar jaksa di hadapan Hakim Ketua Immanuel Tarigan.

Perihal pemberitaan yang terdakwa posting di akun facebook terdakwa tersebut, kata jaksa, di antaranya yaitu Surat Kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut pada tanggal 20 Maret 2020 dan tanggal 1 September 2020 yang pada pokoknya menjelaskan bahwa berdasarkan hasil verifikasi jika PT JAPFA taat dan patuh terhadap lingkungan hidup, memiliki izin lingkungan hidup, memiliki dokumen UKL/UPL, memiliki izin pengelola limbah B3, memiliki izin pembuangan air limbah, kemudian telah melaporkan pemantaun kualitas lingkungan hidup, memiliki sertifikat hasil pengujian, memiliki sertifikat pengujian air limbah.

Disebutkan jaksan, pada 29 Januari 2020 terdakwa juga melaporkan temuan terdakwa jika PT JAPFA Tbk melakukan pencemaran udara dan pencemaran limbah ke Polda Sumut yang ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Sumut.

“Namun hasil penyelidikan dari laporan terdakwa itu dihentikan penyelidikannya karena belum ditemukan bukti yang cukup serta belum ditemukan adanya suatu perbuatan pidana yang berhubungan dengan dugaan tindak pidana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” sebut jaksa.

Kata jaksa, perbuatan terdakwa yang telah menyiarkan atau mengeluarkan pemberitahuan bohong di akun facebook miliknya tersebut akan dapat diketahui oleh umum dan pemberitahuan tersebut dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat serta ketidakpercayaan masyarakat kepada PT JAPFA Tbk.

“Kemudian akibat perbuatan terdakwa tersebut, saksi Anwar Tandiono merasa dirugikan karena berita bohong yang diposting terdakwa telah berdampak kepada kerugian PT JAPFA Tbk, baik secara materiil maupun non materiil terutama berdampak kepada para investor di PT JAFPA Tbk,” tuturnya.

Perbuatan terdakwa tersebut telah melanggar peraturan undang-undang sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (m32)

  • Bagikan