Waspada
Waspada » MUI Ingatkan Shalat Idul Adha Dan Kurban Sesuai Protokol
Headlines Medan

MUI Ingatkan Shalat Idul Adha Dan Kurban Sesuai Protokol

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut mengingatkan umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha sesuai protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Sekretaris MUI Sumut, Dr Ardiansyah, MA, Senin (13/7).

“MUI Sumut berpandangan bahwa pelaksanaan shalat Idul Adha 1441 H tetap dilaksanakan sebagaimana biasa dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Kita berharap agar masyarakat dapat mentaati penerapan protokol kesehatan untuk memutuskan mata rantai Covid-19 ini baik pada pelaksanaan shalat Iedul Adha maupun penyembelihan hewan kurban,” kata Ardiansyah.

Dijelaskanya, Idul Adha merupakan salah satu momentum yang luar biasa dalam agama Islam, umat muslim melaksanakan shalat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kepada Allah SWT.

Selain itu, sambung Ardiansyah, dalam bulan dan hari yang mulia ini marilah kita terus memperbanyak istighfar dan doa kepada Allah SWT agar mengangkat wabah pandemi Covid-19 ini.

“Kita tidak boleh berputus asa apalagi bosan untuk berdoa kepada-Nya,”ujarnya.

Kurban Sangat Penting

Hal lain disampaikanya, dalam masa pandemi saat ini, kurban menjadi sangat penting untuk dapat berbagi kepada sesama.

Untuk meringankan sedikit beban saudara kita dengan berbagi daging kurban.

Oleh karena itu, MUI menghimbau bagi yang memiliki kemampuan untuk berkurban dan berbagi kepada fakir-miskin.

Dia menambahkan, sejalan dengan MUI Pusat pelaksanaan penyembelihan kurban harus tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah dan meminimalisir potensi penularan, yaitu:

  • Pihak yang terlibat dalam proses penyembelihan saling menjaga jarak fisik (physical distancing) dan meminimalisir terjadinya kerumunan.
  • Selama kegiatan penyembelihan berlangsung, pihak pelaksana harus menjaga jarak fisik (physical distancing), memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun selama di area penyembelihan, setiap akan mengantarkan daging kepada penerima, dan sebelum pulang ke rumah.
  • Penyembelihan kurban dapat dilaksanakan bekerja sama dengan rumah potong hewan dengan menjalankan ketentuan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 12 Tahun 2009 tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal.
  • Dalam hal ketentuan pada huruf c tidak dapat dilakukan, maka penyembelihan dilakukan di area khusus dengan
    memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, aspek kebersihan, dan sanitasi serta kebersihan lingkungan.
  • Pelaksanaan penyembelihan kurban bisa mengoptimalkan keluasan waktu selama 4 (empat) hari, mulai setelah pelaksanaan shalat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah hingga sebelum maghrib tanggal 13 Dzulhijjah.
  • Pendistribusian daging kurban dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2