Waspada
Waspada » Militer Myanmar Ancam Bunuh Demonstran Yang Ikut Mogok Massal
Headlines Internasional

Militer Myanmar Ancam Bunuh Demonstran Yang Ikut Mogok Massal

Militer Myanmar memperingatkan para pedemo anti-kudeta, mereka bisa tewas jika ikut mogok nasional. Sejauh ini tiga demonstran telah tewas. Reuters

YANGON, Myanmar (Waspada): Militer Myanmar memperingatkan para pedemo anti-kudeta, mereka bisa tewas jika ikut mogok nasional pada Senin. Sejauh ini tiga demonstran telah tewas.

Peringatan keras itu diumumkan setelah demo besar akhir pekan lalu, yang diwarnai penembakan polisi terhadap para demonstran di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Sedikitnya dua demonstran Myanmar tewas dalam penembakan itu.

“Para pengunjuk rasa sekarang menghasut rakyat, terutama remaja dan pemuda yang emosional, ke jalur konfrontasi di mana mereka akan kehilangan nyawa,” ungkap Dewan Administrasi Negara, nama junta militer yang sekarang mengontrol Myanmar.

Melansir CNN, Senin (22/2/2021), ancaman itu disampaikan lewat tv nasional MRTV pada Minggu malam waktu setempat. Kemudian Associated Press mewartakan, pernyataan itu juga menganggap pengunjuk rasa melakukan kekerasan, sehingga mau tidak mau aparat keamanan harus membalasnya.

Sejauh ini sudah tiga pengunjuk rasa yang ditembak mati. Kemudian video-video yang beredar di media sosial pada Minggu malam dan Senin pagi menunjukkan pagar kawat berduri menutup jalan ke beberapa kedutaan besar di Yangon.

Kota terbesar di Myanmar itu menjadi titik fokus demo belakangan ini. Militer juga mengerahkan kendaraan lapis baja ke sana. Massa demo Myanmar menyerukan mogok massal dengan menutup semua kantor dan toko pada Senin (22/2/2021).

Aktivis mendesak semua warga ikut mogok massal yang dikenal dengan istilah “Five Twos”, mengacu pada lima angka 2 pada tanggal hari ini. “Besok 22.2.2021 akan menjadi hari bersejarah yang besar.

Tetap awasi dan doakan kami, teman-teman,” twit Gerakan Pembangkangan Sipil kelompok aktivis demo terkemuka pada Minggu. (cnn/ap/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2