Meutya Hafid: TNI Perlu Mendidik Anggotanya Agar Tidak Semena-mena Terhadap Masyarakat - Waspada

Meutya Hafid: TNI Perlu Mendidik Anggotanya Agar Tidak Semena-mena Terhadap Masyarakat

  • Bagikan

 

JAKARTA (Waspada): Ketua Komisi I DPR-RI Meutya Hafid (foto) menyebutkan TNI perlu dan wajib profesional. Institusi TNI perlu mendidik agar anggotanya tidak semena-mena terhadap masyarakat.

Meutya Hafid mengatakan hal itu, Selasa (27/7), menanggapi pernyataan Pangdam I/BB soal penetapan seorang anggota TNI menjadi tersangka penembakan wartawan di P Siantar.

Meutya juga menyayangkan bahwa korban adalah wartawan dalam hal ini seorang pemimpin redaksi media online.

“Prinsipnya tanpa pandang bulu, tidak boleh ada masyarakat menjadi korban pelanggaran wewenang dari TNI. Mungkin karena saya mantan wartawan, jadi ketika mendengar korbannya adalah wartawan saya lebih terpukul,” sebut Meutya.

Sebelumnya Pangdam I/BB Mayjen Hasanuddin mengatakan Praka AS telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penembakan pemimpin redaksi (Pemred) media online lokal di Sumut Mara Salem Harahap atau Marsal, AS terancam 15 tahun penjara.

“Tersangka dalam hal ini, sesuai informasi yang dikirim penyidik Polda, yaitu Praka AS, 30, anggota satuan dari Siantar,” kata Hasanuddin di Pomdam I/BB, Medan, Selasa (27/7).

“Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 355 ayat 1 dan 2 KUHPidana tentang penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu. Diancam pidana 12 tahun. Manakala perbuatan itu menyebabkan kematian, ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” tambahnya.

Hasanuddin juga mengungkap alasan AS dikenai pasal tentang penganiayaan berencana. Dia mengatakan AS awalnya menembak Marsal di bagian paha, bukan untuk membunuh.

“Penyidik melihat sikap batin dan niatan untuk memberikan pelajaran dan bukan untuk membunuh. Arah sasaran itu adalah paha, karena mengenai aorta sehingga pendarahan tidak berhenti,” ucap Hasanuddin. (m06)

  • Bagikan