Waspada
Waspada » Menpora: Kompetisi Harus Jalan
Headlines Olahraga

Menpora: Kompetisi Harus Jalan

Antara

JAKARTA (Waspada): Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali (foto) mafhum alasan PSSI yang ngotot ingin kompetisi Liga Indonesia kembali digelar, pasalnya pemain harus mempersiapkan diri menyongsong gelaran akbar Piala Dunia U-20 pada 2021.

“Untuk Piala Dunia saya kira ini kesempatan luar biasa belum tentu 20 tahun lagi kita bisa jadi tuan rumah. Nah untuk itu kompetisi harus jalan, kalau kompetisi tidak ada tentu program itu harus berubah lagi,” ujar Zainudin dalam diskusi virtual, Selasa (27/10).

Zainudin mengatakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal di Piala Dunia U-20, kompetisi memang harus dilanjutkan. Kompetisi yang kompetitif bisa mengasah mental para pemain saat mereka kembali dipulangkan ke klub masing-masing.

Selain itu, para pemain muda harus merasakan atmosfer pertandingan yang ketat. Terlebih bakal menjadi bahan evaluasi pelatih Shin Tae-yong untuk melihat perkembangan anak-anak asuhnya setelah menjalani pemusatan latihan di Kroasia.

“Harusnya mereka dapat atmosfer di dalam kompetisi, dengan mereka ikut kompetisi, pelatih bisa melihat seberapa besar penampilan anak-anak, apakah program yang ia berikan bisa jalan di klub,” kata dia.

Di samping itu, gelaran Piala Dunia U-20 akan memberikan panggung besar bagi para pemain muda. Jika mereka bisa menampilkan permainan terbaiknya, bukan tidak mungkin para pemandu bakat yang datang ke Indonesia bakal kepincut untuk mengorbitkannya di luar negeri.

“Sekarang kita gunakan kesempatan sebaik-baiknya, yang akan nonton bukan hanya kita tapi seluruh dunia termasuk pemandu bakat klub-klub akan menyaksikan. Ini kesempatan meningkatkan performa agar mimpinya bermain di klub elit luar negeri kesampaian,” katanya.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan khawatir ketiadaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia membuat performa pemain Timnas Indonesia U-19 akan menurun setelah menjalani pemusatan latihan (TC) di Kroasia.

“Kami kesulitan mempertahankan ritme pemain. Padahal kita ada Piala AFC U-19 dan Piala Dunia U-20. Tentunya untuk mencapai prestasi di Piala Dunia yang ditargetkan lolos ke babak penyisihan perlu untuk kembali menggulirkan kompetisi,” ujar Iriawan.

Iriawan mengatakan dengan adanya kompetisi maka para pemain bakal mendapatkan pengalaman serta menit bermain yang cukup sebelum menyongsong Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Selain itu, kompetisi bakal mengasah mental mereka karena berada di level pertandingan yang kompetitif. Berbeda jika dibandingkan dengan TC semata, pemain tak akan terlecut untuk membuktikan diri dan berhasrat untuk membawa timnya menang.

“Mengapa sangat perlu kompetisi? Karena mereka bisa bersaing dengan tiga sampai empat pemain asing dan itu untuk meningkatkan performa pemain. Dengan kompetisi juga pemain senior bermain, dia bisa belajar, menambah pengalaman,” kata dia.

“Tensi pertandingan di TC juga berbeda kalau di kompetisi. Saya berharap pemerintah dan kepolisian bisa memberikan izin kepada kami agar kompetisi bergulir, semua protokol (kesehatan) akan kami jaga,” ujarnya menambahkan.

Para pemain Timnas U-19 sendiri akan kembali ke Indonesia pada Selasa malam setelah menggelar TC di Kroasia sejak akhir Agustus lalu. Mereka akan dikembalikan ke klub masing-masing sembari menunggu arahan selanjutnya soal pemusatan latihan.

Selama menjalani TC di Kroasia, Elkan Baggot dan kawan-kawan dinilai mengalami perkembangan yang pesat. Dari 11 laga ujicoba yang mereka jalani di Kroasia, Timnas U-19 berhasil mencatatkan lima kemenangan, tiga hasil seri dan tiga kekalahan. (m18/ant)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2