Mendikbudristek Minta Kepala Daerah Mau Buka PTM Terbatas - Waspada

Mendikbudristek Minta Kepala Daerah Mau Buka PTM Terbatas

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meminta seluruh kepala daerah untuk menyegerakan pembukaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah. Aturan dan kebijakan mengenai tata laksana pembukaan PTM Terbatas telah pula disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan.

“Saya mengimbau seluruh kepala daerah untuk sama-sama memfasilitasi supaya sekolah-sekolah mau segera membuka PTM terbatas. Aturan pencegahan penularan Covid sudah ada dan kita bersama mengupayakan supaya anak-anak tetap aman dan terhindar dari Covid saat berada di sekolah,” ujar Mendikbudristek Nadiem, saat puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Jakarta Ekspo Kemayoran, Kamis (25/11).

Kemendikbudristek telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait PTM Terbatas di era pandemi. Dari aturan tersebut lahir sejumlah ceklis syarat pembukaan sekolah yang harus dipatuhi pihak sekolah, diantaranya ada sarana cuci tangan, senantiasa memakai masker, menjaga jarak, mengurangi jumlah murid sampai separuh dari kapasitas kelas, mengatur jam rombongan belajar serta kewajiban sekolah untuk bekerja sama dengan sarana kesehatan dan satuan tugas penanganan covid setempat.

“Tapi di atas segalanya adalah ijin dari orang tua. Kalau orang tua merasa berat hati mengijinkan anaknya PTM, maka sekolah harus tetap dilayani lewat pembelajaran daring.

Dikatakan Nadiem, PTM Terbatas saat ini menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menekan angka learning loss atau hilangnya kesempatan belajar di kalangan pelajar. Meski demikian pembelajaran pasca pandemi nanti tidak akan lagi sama dengan saat sebelum pandemi. Adaptasi teknologi digital sudah harus terus ditetapkan atau lewat pembelajaran secara hibrid.

Terkait kewaspadaan dari ancaman Covid di sela PTM Terbatas, sempat datang dari berbagai kalangan. Pasalnya, jumlah anak terpapar Covid ditengarai mencapai lebih dari 12 persen. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sebanyak 350 ribu anak di Indonesia terpapar Covid-19 sepanjang 2020-2021. Sebanyak 777 di antaranya meninggal sejak awal pandemi.

Kenyataan ini, menurut Komisioner KPAI Retno Listyarti harus disikapi dengan bijak oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk saat membuka PTM Terbatas.

“Saat ini pandemi sudah melandai, tapi kewaspadaan pada risiko penularan covid saat PTM terbatas tetap harus ada,” tandas Retno. (J02)

  • Bagikan