Waspada
Waspada » Memilih Kotak Kosong Diyakini Merugikan Masyarakat P Siantar
Headlines Sumut

Memilih Kotak Kosong Diyakini Merugikan Masyarakat P Siantar

DUKUNGAN PDIP diterima bakal calon Wali Kota P Siantar Ir Asner Silalahi, MT (dua kiri), yang juga dihadiri Ferry SP Sinamo (paling kanan), sebelum diangkat sebagai ketua tim pemenangan Asner bersama bakal calon Wakil Wali Kota dr Susanti Dewayani, SpA yang mendaftar ke KPU pada Jumat (4/9) lalu. Waspada/Ist
DUKUNGAN PDIP diterima bakal calon Wali Kota P Siantar Ir Asner Silalahi, MT (dua kiri), yang juga dihadiri Ferry SP Sinamo (paling kanan), sebelum diangkat sebagai ketua tim pemenangan Asner bersama bakal calon Wakil Wali Kota dr Susanti Dewayani, SpA yang mendaftar ke KPU pada Jumat (4/9) lalu. Waspada/Ist

P SIANTAR (Waspada): Setelah seluruh partai politik (Parpol) di Kota P Siantar yang memiliki kursi di DPRD memutuskan untuk mengusung satu pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ir Asner Silalahi, MT dan dr Susanti Dewayani, SpA (Asner Susanti), hampir dipastikan pada 9 Desember 2020, masyarakat akan diperhadapkan antara memilih pasangan Asner-Susanti atau kotak kosong.

“Memilih kotak kosong, diyakini akan merugikan masyarakat P Siantar,” sebut Ferry SP Sinamo selaku ketua tim pemenangan Asner-Susanti, Jumat (11/9).

Menurut Ferry, kenyataan itu merupakan bagian dari demokrasi dan apa yang telah dipilih Parpol merupakan representasi masyarakat P Siantar.

“Sebab, Parpol telah lebih dulu melakukan survei kepada masyarakat tentang kelayakan seorang pemimpin di kota ini. Dalam survei, ada acuan atau standar kelayakan seorang pemimpin, yang ditanyakan kepada masyarakat. Beberapa kriterianya seperti kemampuan sumber daya manusia (SDM) calon, karir atau pengalaman kerja, karakter atau gaya kepemimpinan dan lain sebagainya. Jadi, tidak ujuk Parpol mengusung Asner-Susanti. Berdasarkan hasil survei terhadap semua orang yang mendaftar ke Parpol nama pasangan Asner-Susanti lebih unggul. DPP Parpol telah mendengarkan aspirasi masyarakat tentang siapa yang layak memimpin kota ini. Karena ini aspirasi rakyat, ya tolong kita buktikan nanti 9 Desember di TPS,” sebut Ferry.

Ferry yang pernah menjabat sebagai Komisaris PT Inalum menyebutkan dalam hal menentukan pemimpin di P Siantar, ada dua sistem yakni aklamasi dan voting.

“Kotak kosong juga bagian dari demokrasi. Namun, pilihan itu diyakini hanya merugikan masyarakat P Siantar, karena pemerintah pusat akan menghunjuk Pejabat (Pj) Wali Kota. Saya sangat yakin, masyarakat P Siantar merupakan orang cerdas,” imbuhnya.

Menurut politisi PDIP dan saat ini duduk di DPRD itu, Parpol mempunyai alasan untuk mengusung Asner-Susanti dan kunci utamanya berdasarkan hasil survei kelayakan.

“Jadi, Asner itu tidak rakus Parpol dan jangan ada pemikiran orang, karena banyak uangnya ke Parpol, hingga usung semua Parpol. Tidak seperti itu, karena ke PDIP sendiri, tanpa mahar,” sambung Ferry.

Ferry menyebutkan ada banyak kelebihan Asner yang membuat pengurus Parpol jatuh hati.

“Selain elektabilitasnya lebih unggul di tengah masyarakat, Asner memiliki gaya komunikasi yang baik dan mengedepankan hubungan. Tapi, paling utama itu yakni hasil poling yang dilakukan Parpol, dimana DPP Parpol bertanya kepada masyarakat Pematangsiantar melalui survei dan survei mengatakan, Asner lebih unggul dibanding orang yang mendaftar lainnya,” tutupnya seraya menambahkan, Parpol tidak ingin konyol untuk mengusung pasangan calon dan Parpol, ingin orang yang dicalonkannya itu menang. (a28)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2