Medan Akan Berlakukan PPKM Darurat

Medan Akan Berlakukan PPKM Darurat

  • Bagikan
PPKM Darurat. ilustrasi
PPKM Darurat. ilustrasi

MEDAN (Waspada): Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, akan diberlakukan untuk Kota Medan. Karena daerah ini masuk dalam kriteria Level 4 Covid-19.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, men-jelasan itu kepada wartawan, di rumah dinasnya, Jumat (9/7). Yakni, usai pelaksanaan rapat koordinasi melalui video conference (Vidcon) bersama Men-teri Koordinator (Menko) Per-ekonomian Airlangga Hartarto. Rakor membahas tentang an-tisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Sumut.

Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, setelah pemerin-tah memasukkan Kota Medan dalam kriteria Level 4 Covid-19, maka akan dilaksanakan PPKM Darurat. Rencannya pada Senin (12/7), pemerintah pusat akan menerbitkan Pera-turan Menteri (Permen) terkait dengan PPKM Darurat tersebut, seperti yang berlaku untuk Pulau Jawa dan Bali.

Pada Rakor yang dihadiri Wali Kota Medan Bobby Nasu-tion beserta Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjun-tak itu, kata Edy Rahmayadi menyebutkan, PPKM Darurat diberlakukan untuk Kota Medan, guna mengantisipasi penyebaran covid-19 agar tidak seperti di Jawa dan Bali. ‘’Nanti akan dikeluarkan dari Jakarta untuk Medan melakukan pe-nyekatan, yaitu PPKM Darurat,” katanya.

Nantinya, akan dilakukan penyekatan di lima titik pintu masuk yang menuju ibukota Provinsi Sumut itu. Di samping itu, seluruh perusahaan mau-pun kantor wajib membatasi work from office (WFO) sebesar 25 persen.

Juga, kata Edy Rahmyadi, akan ada penyekatan mobilitas masyarakat di lima titik masuk ke Kota Medan. Kepada peme-rintah daerah yang berbatasan dengan Kota Medan juga akan dikoordinasikan, agar meng-ingatkan masyarakatnya tidak menimbulkan kerumuman di titik-titik tersebut.

Tempat Tidur

Untuk langkah antisipasi lainnya, kata Edy Rahmayadi, yakni menyiapkan tempat tidur untuk penanganan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kota Medan. ‘’Apabila melonjak, maka kita mem-butuhkan sampai 5 ribu bed. Berarti kita ada kekurangan 750 sampai 900 bed. Itu akan kita siapkan,” sebutnya.

Namun begitu, Edy Rah-mayadi mengaku masih belum bisa menjelaskan secara rinci tentang pelaksanaan PPKM Da-rurat yang akan dilaksanakan untuk Kota Medan. Apakah aturannya persis sama atau tidak dengan PPKM Darurat yang diberlakukan untuk Pulau Jawa dan Bali.

Karena, bila dilihat dari penerapan PPKM Darurat un-tuk Pulau Jawa dan Bali, maka pelaksanaan Shalat Idul Adha di masjid juga ditiadakan. Umat Islam diminta melaksanakan Shalat Idul Adha di rumah masing-masing.

PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali, juga melarang pelaksanaan takbir keliling pada malam Idul Adha. Sedangkan penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, dan tidak dibenarkan menim-bulkan kerumunan. Adapun pembagian daging kurban akan diantara oleh Kepling, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. (m07)

  • Bagikan