Mayat Pria Bertato Dirantai Dan Tergembok Dievakuasi - Waspada

Mayat Pria Bertato Dirantai Dan Tergembok Dievakuasi

  • Bagikan
MAYAT korban saat mengambang di aliran sungai. Waspada/Ist
MAYAT korban saat mengambang di aliran sungai. Waspada/Ist

TANAH KARO (Waspada): Mayat pria bertato dengan kaki dirantai dan tergembok, dievakuasi dari aliran sungai Gerguh (Lau Biang) di bawah jembatan kawasan Desa Singa Kecamatan Tigapanah, Senin (13/7), selanjutnya Polisi membawanya ke RSU Kabanjahe untuk divisum guna keperluan penyidikan.

Mayat pria yang ditemukan warga ini memiliki ciri khusus yakni tato pada lengan sebelah kiri bertuliskan “Sepanjang Masa” dan tato pada dada sebelah kiri bertuliskan”Doa Ibu”.

Selain berperawakan gemuk, dan tinggi korban ditaksir sekitar 170 cm.

Hal ini disebutkan Kapolsek Tigapanah AKP Ramli Simanjorang kepada Waspada Senin (13/7) sore melalui telepon selulernya.

Dari keterangan sejumlah saksi kata AKP Ramli Simanjorang, kronologi penemuan mayat yang mengambang pada aliran sungai Lau Biang, berawal dari kabar dua orang warga Desa Singa K Ginting, 25, dan E Purba, 40.

Mereka mengetahui kondisi mayat mengapung, ketika setelah tiba di aliran sungai Gerguh yang berniat untuk memancing ikan.

Setelah mengetahui ada mayat dengan kondisi mengambang, mereka kaget dan langsung mengabarinya kepada perangat Desa Singa dan perangkat desa meneruskan informasi ini ke Polsek Tiga Panah.

Mendapat kabar tentang penemuan mayat itu, Kapolsek Tiga Panah memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Pernando Manik SH bersama anggotanya menindak lanjuti laporan itu dan segera mengevakuasi mayat korban dari aliran sungai.

Karena kondisi medan sangat curam, maka dibutuhkan waktu tidak sedikit untuk mengevakuasi korban dari sungai yang dibantu masyarakat setempat, jelas Kapolsek.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban oleh pihak medis, ada lembam dan mayat kaku.

Kedua kaki diikat dengan rantai besi yang tergembok, pada leher korban terdapat tali rapia yang terikat kuat, pada badan terdapat kain sarung dan bertato serta tidak ada pengenalan identitas.

Saat dievakuasi, mayat korban sudah mengeluarkan bau, sehingga diduga mayat tersebut sudah beberapa hari di aliran itu sebelum ditemukan.

Untuk sementara, pihak Polisi menduga kematian korban akibat dibunuh, sehingga perlu dilakukan otopsi dan kordinasi dengan pihak Satreskrim Polres T Karo, sebutnya. (a06)

  • Bagikan