Waspada
Waspada » Mayat Di Septic Tank Diangkat Tim Labfor Poldasu Dan Aceh
Headlines

Mayat Di Septic Tank Diangkat Tim Labfor Poldasu Dan Aceh

Suasana pengangkatan jenazah korban yang dikuburkan pelaku pada 27 April 2020, jenazah baru diangkat tim forensik Jumat (11/12). Waspada/Bahtiar Gayo
Suasana pengangkatan jenazah korban yang dikuburkan pelaku pada 27 April 2020, jenazah baru diangkat tim forensik Jumat (11/12). Waspada/Bahtiar Gayo

REDELONG (Waspada): Tim Laboratorium forensik Polda Sumut dan Polda Aceh, mengangkat mayat yang ditanam di septic tank, di Kampung Pondok Gajah, Bener Meriah. Pengangkatan mayat yang diduga dibunuh pada 27 April 2020, berlangsung Jumat (11/12).

Pengangkatan mayat pembunuhan ini dimana tersangka sudah diamankan dan mengakui perbuatannya, turut juga didamping tim medis dari RSU Muyang Kute dan pihak Reskrim Polres Bener Meriah.

Sebelum diangkat mayat yang masih utuh ini, tim terlebih dahulu menggali lubang di seputar lokasi korban. Hal itu dilakukan agar jasad korban tetap utuh tidak berserak. Proses penggalian berlangsung mulus.

Menurut Kapolres Bener AKBP Siswoyo Adi Wijaya,S.Ik, melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki, kepada media di sela-sela penggalian mayat ini menjelaskan, mayat korban pembunuhan pada April 2020 ini akan dibawa ke RSU Muyang Kute untuk dilakukan otopsi oleh tim Labfor Polda Sumut dan Tim Labfor Polda Aceh serta petugas media RSUD Muyang Kute.

Selanjutnya, pihaknya akan menunggu tes DNA. “Setelah dilakukan otopsi dan hasil DNA sudah ada, jenajah akan kita kembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” sebutnya.

Mayat yang diangkat itu sudah hilang sejak April 2020, dan pihak keluarga baru membuat laporan kehilangan pada ahir November 2020. Atas dasar laporan itu, pihak penyidik tidak sampai sepekan berhasil menangkap pelaku.

Korban Darwinto Sitohang, 44, merupakan warga Kampung Bahgie Bertona, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Korban berasal dari Sumatera Utara, sudah menetap di Bener Meriah untuk mencari penghidupan.
Korban Darwinto Sihotang merantau ke Bener Meriah pada tahun 2013, pada tahun 2015 dia menjadi muallaf. Korban sudah menikah dengan warga Bener Meriah, saat ini telah bercerai.

Menurut Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK kepada wartawan, Selasa (8/12/2020), dari hasil penyelidikan, tersangka pembunuhan, IS, 33, merupakan warga Kampung Pondok Gajah, Kabupaten Bener Meriah, tempat mayat dikuburkan.

Tersangka yang menghabisi korban, dengan memukul kepala korban sebayak dua kali menggunakan linggis. Kemudian pelaku memastikan korban tidak bernyawa, menyeret korban ke dalam kamar.

Korban dibalut pelaku dengan kain selimut, kemudian baru dimasukkan korban ke dalam lubang yang berada di belakang rumah pelaku (lubang septic tank).
Ditemukanya lokasi penguburan korban, setelah tersangka mengakui perbuatanya dan menunjukan lokasi dia menguburkan korban.

Menurut Kapolres motif dari pembunuhan ini, pelaku cemburu atas sikap korban yang sering datang ke rumahnya, walau pelaku dan korban merupakan sahabat dekat. (b27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2