Mantan Kakanwil Kemenag Sumut Divonis 28 Bulan Penjara

Mantan Kakanwil Kemenag Sumut Divonis 28 Bulan Penjara

  • Bagikan
Terdakwa saat menjalani sidang secara virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan.
Terdakwa saat menjalani sidang secara virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumatera Utara (Sumut), Iwan Zulhami divonis 2 tahun 4 bulan penjara (28 bulan).

Terdakwa Iwan Zulhami divonis usai tim penasehat hukumnya membacakan nota pembelaan. Kemudian Hakim Ketua Bambang Joko Winarno melanjutkan dengan agenda putusan dikarenakan masa hukuman terdakwa yang akan berakhir.

Hakim menilai terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berkelanjutan. Ia bersalah terkait kasus suap jabatan sebesar Rp750 juta dari mantan Plt. Kepala Kantor Kemenag Kab. Mandailing Natal (Madina) Zainal Arifin.

                                             

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucap hakim dalam amar putusan yang dibacakan di Ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (8/7).

Dalam amarnya, hakim mengatakan, adapun yang memberatkan perbuatan terdakwa, karena tidak mendukung program pemerintah memberantas tindak pidana korupsi.

Perbuatan terdakwa dinilai meresahkan dan memberikan contoh buruk bagi ASN khususnya di Kementerian Agama.

Selain itu, perbuatan terdakwa telah mencoreng institusi Kementerian Agama Sumut. Sedangkan hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan berusia lanjut.

Vonis tersebut, lebih ringan dari Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurul mawadah yang meminta supaya Iwan dihukum 3,5 tahun penjara, denda Rp50 juta, subsidar 6 bulan kurungan. Usai membacakan vonis, hakim memberi waktu 7 hari kepada terdakwa dan jaksa untuk menentukan sikap terima atau banding.

Kecewa

Sementara penasihat hukum terdakwa, Edy Purwanto mengatakan kecewa dengan putusan hakim, sebab hakim sama sekali tidak mempertimbangkan pledoi terdakwa yang baru dibacakan.

“Meski kita menghormati putusan hakim, kita sangat kecewa, sebab pledoi kita tidak jadi pertimbangan hakim,” ucapnya kepada wartawan di luar sidang

Ia juga menegaskan sesuai pledoi, bahwa terdakwa sama sekali tidak bersalah dan harus dibebaskan. Namun hakim tidak secara detail menguraikan jumlah, waktu dan tempat dimana terdakwa menerima uang suap.

“Saya melihat hakim dalam membuat putusan hanya berdasarkan keyakinan semata, padahal unsur keyakinan dalam suatu putusan adalah poin terakhir selain keterangan saksi, bukti, ahli,” ungkapnya.

Sebelumnya, terdakwa lain, yakni Plt Kepala Kemenag Kabupaten Mandailing Natal, Zainal Arifin Nasution telah divonis pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Kasus yang menjerat kedua terdakwa bermula saat Zainal Arifin beberapa kali mengusulkan dirinya untuk diangkat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Madina pada 2019 lalu.

Promosi

Saat itu, Kepala Kantor Kemenag Kab. Madina, yaitu Dur Berutu mendapat promosi menjadi pejabat di Lingkungan Universitas Negeri Medan sehingga jabatan Kepala Kantor Kemenag Madina kosong. Karena kekosongan jabatan tersebut, terdakwa Iwan mengangkat Masrawati Sipahutar sebagai Pelaksana Tugas (Plt)

Kemudian, saksi Nurkholidah Lubis Kepala MAN 3 Medan, yang sebelumnya sudah kenal akrab dengan Terdakwa Iwan ada berdiskusi mengenai pengisian jabatan Kemenag Madina.

Selanjutnya, Nurkholidah menginformasikan kepada terdakwa Iwan, tentang Zainal Arifin yang dikenalnya, untuk menduduki jabatan itu. Setelah pembicaraan itu, Nurkholidah menginformasikan ada peluang untuk pengisian jabatan tersebut melalui salah seorang staf di Kemenag Madina.

Zainal dan Nurkholidah lalu sepakat untuk bertemu di Medan untuk membicarakan tindak lanjut pengisian jabatan tersebut. Sekira bulan Mei 2019 Zainal dan Nurkholidah, datang ke rumah Iwan di Binjai, kemudian Zainal mengutarakan keinginannya untuk menduduki jabatan tersebut, kepada terdakwa Iwan.

Iwan pun menyanggupinya dan pada saat itu melalui Nurkholidah disepakati ada pemberian uang untuk mengusulkan Zainal sebagai Kepala Kemenag Madina.

Kemudian pada 13 Mei 2019, Zainal membawa uang tunai sejumlah Rp 250 juta, untuk diserahkan kepada terdakwa Iwan, dan uang tersebut dibawa Zainal secara tunai kepada Nurkholidah Lubis di sekolah MAN 3 Medan.

Lalu, Zainal dan Nurkholidah pergi ke rumah dinas terdakwa Iwan untuk menyerahkan uang tersebut. Tidak beberapa lama kemudian saksi Deni Zunaidi Barus (ajudan terdakwa), datang ke rumah dinas, lalu Nurkholidah menyerahkan uang Rp250 juta juta.

Berikan Sejumlah Uang

Pada 17 Mei 2019, Zainal ada memberikan uang sejumlah Rp100 juta atas permintaan dari Nurkholidah melalui transfer Bank Sumut melalui rekening Zulkifli Batubara, suami dari Nurkholidah Lubis. Kemudian 20 Mei 2019 Zainal ada menyerahkan uang sebesar Rp 50 juta kepada Nurkholidah di rumah sakit Permata Madina.

Lalu, 23 Mei 2019, masih tempat yang sama Zainal juga ada menyerahkan uang sebesar Rp50 juta kepada Nurkholidah. Kemudian sebesar Rp 65 juta dan Rp185 juta kepada Nurkholidah Lubis melalui rekening Zulkifli Batubara.

Setelah beberapa kali mentransfer uang tersebut, akhirnya Zainal Arifin diangkat sebagai Plt Kepala Kantor Kemenag Madina, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara No. 860/Kw.02/1-b/Kp.07.6/07/2019 tanggal 12 Juli 2019, yang ditandatangani oleh terdakwa Iwan.

Selanjutnya, pada 14 Januari 2020, Zainal kembali ada mengirimkan uang kepada Nurkholidah Lubis sebesar Rp50 juta ke rekening Zulkifli Batubara.

Setelah Zainal Arifin menyerahkan sejumlah uang tersebut melalui Nurkholidah, untuk diserahkan terdakwa Iwan Zulhami selanjutnya Nurkholidah mengirimkan uang yang diterimanya tersebut, kepada Iwan melalui rekening ajudannya. Total keseluruhan uang yang dikirim berjumlah Rp750 juta. (m32).

 

  • Bagikan