Waspada
Waspada » Mahathir: Muhyiddin Pengkhianat!
Headlines Internasional

Mahathir: Muhyiddin Pengkhianat!

Mahathir Mohamad memberikan konferensi pers usai Muhyiddin Yassin resmi dilantik menjadi perdana menteri Malaysia, Minggu (1/3/2020). AP

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Memasuki hari ketujuh, krisis politik di Malaysia kian memanas. Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad dengan terbuka menyerang mantan sekutu politiknya, Muhyiddin Yassin, yang telah diangkat sebagai PM, Minggu (1/3/2020).

Penunjukan Muhyiddin sebagai PM merupakan puncak dari drama politik yang terjadi di Negeri Jiran dalam satu pekan terakhir. Raja Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah dari Pahang menunjuk Muhyiddin Yassin karena dianggap mampu memimpin mayoritas parlemen.

Pada Sabtu (29/2/2020), Mahathir merlis daftar 114 anggota Parlemen yang mendukungnya sebagai PM kedelapan Malaysia. Seperti dilansir Channel News Asia, politisi 94 tahun tersebut menyatakan seluruh dukungan itu dibuktikan dengan surat, ataupun menekan deklarasi dukungan.

“Dia (Muhyiddin) tentunya akan dilantik sebagai perdana menteri. Langkah selanjutnya adalah kami bisa mengajukan mosi tak percaya kepadanya,” jelasnya.

Karena itu, Dr M tersebut agar diadakan sidang luar biasa Parlemen, untuk membuktikan klaim Muhyiddin. Mahathir menuturkan, jika pemerintah baru tidak segera dibentuk dalam waktu cepat, bisa dikatakan PM tidak mendapat dukungan penuh.

Mahathir Mohamad memberikan konferensi pers usai Muhyiddin Yassin resmi dilantik menjadi perdana menteri Malaysia, Minggu (1/3/2020). AP

Merujuk kepada Konstitusi Malaysia, seorang PM harus mendapat dukungan dari mayoritas Parlemen, tanpa perlu memandang dari mana partai politiknya.

Jika parlemen tidak diizinkan untuk menggelar sidang luar biasa, maka PM berusia 72 tahun tersebut tidak bisa mendapat dukungan yang cukup. Mahathir Mohamad mengatakan, dia sangat terpukul dan kecewa karena Muhyiddin Yassin sampai mendongkelnya dari jabatan orang nomor satu Negeri Jiran.

“Saya dikhianati terutama oleh Muhyiddin. Dia ternyata sudah merencanakan ini untuk waktu yang lama, dan dia sukses,” tegas Mahathir.

Muhyiddin bersekutu dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai yang awalnya dikalahkannya bersama Mahathir di Pemilu 2018.

Persekutuan yang terjadi pada Minggu pekan lalu (23/2/2020) tersebut memicu Dr M untuk mundur keesokan harinya, karena dia tak ingin bekerja sama dengan UMNO.

Dia menuturkan, UMNO, yang pernah begitu perkasa sejak Malaysia merdeka, penuh dengan korupsi di mana dia menyebut mereka juga suka mencuri. Meski begitu, terdapat juga kekecewaan publik yang dialamatkan kepada Mahathir, terlebih karena dia tak kunjung menyerahkan jabatannya kepada Anwar Ibrahim.

Sesuai dengan janji Pemilu 2018, Mahathir seharusnya menyerahkan kursi PM Malaysia kepada mantan seteru politiknya itu setelah dua tahun menjabat. Namun selama itu pula, Mahathir yang pernah berkuasa di periode 1981-2003 tersebut tidak pernah memberikan jawaban pasti kapankah dia mundur. (channel news asia/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2