Waspada
Waspada » Mahasiswa Papua Demo Di USU Tolak Rasisme
Headlines

Mahasiswa Papua Demo Di USU Tolak Rasisme

PULUHAN mahasiswa Papua di USU menggelar aksi demo di Biro Rektor USU, menolak rasisme terhadap orang Papua. Waspada/ M Ferdinan Sembiring
PULUHAN mahasiswa Papua di USU menggelar aksi demo di Biro Rektor USU, menolak rasisme terhadap orang Papua. Waspada/ M Ferdinan Sembiring

MEDAN (Waspada): Puluhan mahasiswa Papua di Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (2/2), menggelar aksi di Biro Rektor USU. Mereka menolak rasisme diduga dilakukan Guru Besar USU Prof Yusuf I Henuk.

Selain berorasi, mahasiswa tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Papua tersebut  juga membawa spanduk dan poster berisikan desakan kepada pimpinan universitas agar  mencopot Prof Yusuf L Henuk dari jabatannya. Di samping, meminta aparat hukum memprosesnya secara hukum.

“Tuntutan tersebut sebagai bentuk protes kami atas dugaan rasis yang dilakukan  Prof Yusuf L. Henuk di media sosial,” kata Koordinator aksi, Daniel. Seperti diberitakan, Guru besar USU, Prof. Yusuf Leonard Henuk dituding melakukan aksi rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang merupakan orang Papua, dengan mengunggah ilustrasi foto yang kuran etis  di media sosial yang duduga bernada rasis di Twitter.

“Kami memprotes  cuitan Prof Yusif L Henuk yang terkesan rasis pada media sosialnya terhadap  mantan Komisioner Komnas HAM, “ kata  Koordinator aksi, Daniel, Selasa (2/2). Dia menilai aksi rasis terhadap warga Papua merupakan hal yang sangat tidak manusiawi.

Apalagi, sambungnya, dilakukan oleh seorang terdidik bahkan menyandang gelar profesor .”Kami minta guru besar tersebut dicopot dari USU  dan diproses secara hukum . Kami menolak adal guru besar di pelaku rasis,” teriaknya.

Pernyataan Sikap

Di sela aksi, mahasiswa Papua menyampaikan sejumlah pernyataan sikap, antara lain, meminta Prof Yusuf L Henuk dicobot dari jabatannya, kemudian meminta pihak berwajib memproses Prof Yusuf L Henuk, dan terakhir menolak rasisme terhadap masyarakat Papua.

Aksi mahasiswa Papua diterima langsung  Rektor USU Muryanto Amin. Rektor mengatakan, akan memperlajari kasus  yang menjadi tuntutan adik-adik mahasiswa  Papua ini.

”Kasus ini akan kita pelajari karena saya  juga baru saya tau,” kata Muryanto Amin.

Dia mengatakan, pihaknya akan mempelajari sejauhmana pelanggaranya dari aspek kaca mata Universitas.”Kita hanya bisa melihat dari sisi etis, porsi kita hanya dari ketentua universitas, berbeda dengan pidana, bukan kewengan kita,” tegas rektor. (m19)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2