Mahasiswa Kecam Kekerasan Aparat Kepolisian

Mahasiswa Kecam Kekerasan Aparat Kepolisian

  • Bagikan
KAPOLRESTABES Medan, Kombes Riko Sunarko menyaksikan orasi dari peserta aksi saat unjukrasa di depan gedung DPRD Sumut, Senin (12/10). Para mahasiswa sesalkan sekaligus kecam kekerasan yang diduga dilakukan aparat kepolisian yang menangani unjukrasa yang menolak UU Ciptaker pekan silam. Waspada/Partono Budy
KAPOLRESTABES Medan, Kombes Riko Sunarko menyaksikan orasi dari peserta aksi saat unjukrasa di depan gedung DPRD Sumut, Senin (12/10). Para mahasiswa sesalkan sekaligus kecam kekerasan yang diduga dilakukan aparat kepolisian yang menangani unjukrasa yang menolak UU Ciptaker pekan silam. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Dua elemen mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi menggelar aksi unjukrasa secara bergiliran di gedung DPRD Sumut, Senin (12/10). Para mahasiswa itu kecam aksi kekerasan yang diduga dilakukan aparat kepolisian.

Para mahasiswa sesalkan sekaligus kecam kekerasan yang diduga dilakukan aparat kepolisian yang menangani unjukrasa yang menolak UU Ciptaker pekan silam.

Aksi yang berjalan tertib dan damai ini selain dihadiri para anggota DPRD Sumut, juga disaksikan langsung Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko dan pejabat utama di kepolisian.

Gelombang pertama yang berunjukrasa berasal dari Aliansi Mahasiswa Sumut Berduka (MURKA). Mereka terlihat membawa batu nisan terbuat dari kartun, bunga tanda berduka dan sebagian peserta mengenakan kaca mata hitam sebagai tanda berkabung.

Mereka juga melakukan upacara menghormati bendera yang dipasang setengah tiang, dengan komandan upacara Abdi Prayitno, sekaligus kordinator aksi.

Abdi mengatakan, mereka yang tergabung dari mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Universitas Panca Budi dan lainnya datang ke DPRD Sumut untuk menyampaikan kabar duka sekaligus melayat.

Kabar dukanya, katanya, banyak peserta aksi yang diamankan akibat aksi kekerasan yang diduga dilakukan aparat kepolisian.

“Kemudian, kami juga mau berziarah ke DPRD Sumut untuk melayat elit politik yang hati nuraninya sudah mati,” kata Abdi.

Aksi mereka direspon sejumlah anggota DPRD Sumut, di antaranya Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani, Ketua Fraksi Demokrat, Armyn Simatupang, Santoso, Tangkas Manimpan Tobing, Parlaungan Simanungsong, dan lainnya.

Kepada perserta aksi, Rahmansyah memastika akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke DPR RI. “Apapun putusan adek-adek, pasti akan kami sampaikan, percayalah. Kami di sini tidak dalam posisi membela atau menolak, tetapi menerima aspirasi,” katanya.

Aksi berakhir dengan penyerahan bunga tanda berkabung kepada para anggota dewan.

Bacakan Puisi

Gelombang aksi kedua digelar mahasiswa dari sejumlah universitas di Medan. Berbeda dengan aksi lainnya, peserta aksi selain menyanyikan lagu-lagu, juga membawakan puisi, yang ikut disaksikan Kapolrestabes Kombes Riko Sunarko.

Mereka tetap beorasi meski di tengah guyuran hujan. Kepada aparat kepolisian, mereka menuntut keadilan atas penderitaan dialami rekan-rekan mereka yang kini ditahan.

Lewat pusi yang dibacakan Annisa, mahasiswa UMSU Medan ini, mereka mengecam lewat bait-bait puisi : Untuk apa kalian pertaruhkan nyawa kalian menjaga gedung DPRD Sumut, yang tak seberapa nilainya dengan korban yang jatuh.”

“Untuk apa ada pembangunan, kalau di dalamnya ada maling-maling,” ujar Annisa.

Sementara itu, Kapolrestabes Kombes Riko Sunarko kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan merespon jika ada petugas yang bertindak melampaui batas saat menangani aksi demo menolak UU Ciptaker.

“Semua ada protap-nya, begitu juga dengan peserta aksi yang kita periksa dan amankan, kita proses sesuai hukum,” pungkasnya.

Menyinggung jumlah tersangka dari peserta aksi yang diduga melakukan kerusuhan di gedung DPRD Sumut pekan lalu, Kapolrestabes Riko Sunarko menyebutkan, ada delapan orang. “Bisa saja bertambah nanti, ” pungkasnya. (cpb)

  • Bagikan