Mahasiswa Desak Pemerintah Fokus Tangani Covid-19

Mahasiswa Desak Pemerintah Fokus Tangani Covid-19

  • Bagikan
MAHASISWA dari sejumlah perguruan tinggi kembali menggelar aksi unjukrasa di gedung DPRD Sumut, Rabu siang (14/10). Mereka desak pemerintah fokus tangani Covid-19. Waspada/Partono Budy
MAHASISWA dari sejumlah perguruan tinggi kembali menggelar aksi unjukrasa di gedung DPRD Sumut, Rabu siang (14/10). Mereka desak pemerintah fokus tangani Covid-19. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi kembali menggelar aksi unjukrasa di gedung DPRD Sumut, Rabu siang (14/10). Para mahasiswa mengecam disahkannya UU Cipta Tenaga Kerja (Ciptaker), dan desak pemerintah untuk fokus tangani pandemi Covid-19.

Dalam orasinya, mahasiswa minta tidak membuat kebijakan yang tergesa-gesa, dan desak pemerintah lebih penting fokus tangani Covid-19.

Sambil membawa berbagai spanduk besar yang menolak UU Ciptaker dan mengecam tindakan represif aparat kepolisian, mahasiswa yang berasal dari STMIK Tri Guna dan Unversitas Al Washliyah Medan itu berorasi dengan tertib di depan gedung dewan yang dijaga sejumlah petugas kepolisian.

                                             

Di hadapan anggota DPRD Sumut, Hendro Susanto dari PKS dan Tangkas Manimpan Tobing dari Demokrat, Kordinator aksi, Hamzah Ramadhan menyebutkan, pihaknya tetap melakukan penolakan keras terhadap UU Ciptaker, karena keberpihakannya kepada kaum tani dan buruh dan sangat minim.

Menurutnya, UU Ciptaker memberikan “karpet merah” bagi pengusaha industri, tetapi merugikan buruh dan tani dalam hal pelestarian lingkungan.

Dia mencurigai penyusunan rancangan udang-undang Ciptaker ini tergesa-gesa dan tidak transparan.

“Kita minta para pendukung UU itu yang berasal dari partai politik untuk membubarkan diri dan meminta pemerintah mengeluarkan Peraturan

Pengganti Undang-undang (Perppu) mencabut undang-undang itu,” demikian Hamzah.

Tergesa-gesa

Hamzah juga menyesalkan, selain pengesahan undang-undang ini dilakukan tergesa-gesa, saat yang sama Indonesia dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang sudah merenggut puluhan ribu korban.

“Harusnya di tengah pandemi ini, pemerintah tidak membuat kebijakan yang mendapat penolakan dari masyarakat,” katanya.

Terkait dengan aksi demo yang berujung anarkis, Hamzah menyesalkannya. Salah satu poin yang dia sampaikan adalah ikut juga menyesalkan aksi kekerasan yang diduga dilakukan aparat kepolisian di seluruh Indonesia.

Setelah berorasi lebih 1 jam, perwakilan aksi bertemu dengan anggota dewan Hendro Susanto dan Tangkas Manimpan Tobing. Kepada pendemo, kedua anggota dewan itu mengatakan akan menyampaikan aspirasi mereka ke DPR RI.

Keduanya berjanji sebagaimana aspirasi mahasiswa agar mengawal penolakan ini sampai ke DPR RI.

Mereka juga mengingatkan kepada peserta aksi untuk tidak terpancing untuk melakukan provokasi seperti yang terjadi pekan lalu. “Berunjukrasalah dengan tertib dan damai,” pinta Tangkas. (cpb)

  • Bagikan