Waspada
Waspada » Mahasiswa Akui Lebih Konsentrasi Di Kampus
Headlines Medan

Mahasiswa Akui Lebih Konsentrasi Di Kampus

RAHMA Vira dan Alsya Karin Princess Firdaus saat belajar di rumah secara daring. Waspada/ist
RAHMA Vira dan Alsya Karin Princess Firdaus saat belajar di rumah secara daring. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Belajar secara tatap muka antara mahasiswa dan dosen, di kampus dianggap masih nyaman dan konsentrasi daripada belajar sistem daring di rumah, semasa musim Covid-19.

Hal ini diakui Rahma Vira mahasiswa semester 6 Fakultas Psikologi USU dan Alsya Karin Princess Firdaus mahasiswa semester 4 Fakultas Hukum UMA, Senin (15/6).

Keduanya menyebutkan sistem belajar secara daring di rumah lebih sulit, sering terkendala pada masalah jaringan internet.

Saat jaringan tidak setabil, situasi pembelajaran bisa berpengaruh pada proses daya tangkap yang sedang dijabarkan oleh dosen.

Sehingga, kata mahasiswa yang dikenal sebagai Penggiat Kuliner di Kota Medan ini, ilmu yang diberikan oleh dosen sangat lambat bisa diserap.

Terlebih, kata mereka, kuliah program akademik sistem tatap muka dengan dosen lebih diinginkan.

Dalam mengerjakan tugas dari dosen, bisa langsung ke objek yang ditugaskan.

Jika secara daring, tugas dikerjakan hanya membuat makalah ilmiah bahkan lebih banyak tugas yang harus dibuat oleh mahasiswa.

Untuk itu kata keduanya, kuliah secara tatap muka lebih efektif, namun perlu melaksanakan protokol Covid-19, sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

Akui Bermasalah

Sebelumnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebutkan, di lansir dari Kompas, mengakui belajar di rumah yang dilakukan selama masa pandemi Covid-19 ini telah menimbulkan persoalan ketidaksetaraan.

Dalam tiga bulan terakhir seluruh siswa diharuskan belajar dari rumah secara daring atau online untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Namun rupanya, pelaksanaan kelas jarak jauh tersebut tak optimal dikarenakan tak semua siswa dapat memiliki akses internet di rumahnya.

“Belajar di rumah juga menimbulkan persoalan ketidaksetaraan. Banyak rumah tangga yang tidak dapat memiliki akses terhadap internet,” ujar Ma’ruf saat membuka rapat koordinasi nasional Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) secara daring. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2