Longsor Di Bener Meriah, Ratusan Pelajar SD dan SMP Tidak Dapat Sekolah - Waspada

Longsor Di Bener Meriah, Ratusan Pelajar SD dan SMP Tidak Dapat Sekolah

  • Bagikan

REDELONG (Waspada) : Ratusan pelajar SD Pantan Kemuning dan SMP Negeri 7 Satu Atap di Kampung Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar.

Pasalnya, akses jalan menuju kampung tersebut dilanda bencana longsor yang terjadi pada Senin 22 November 2021 lalu, sekira pukul 20.30 Wib.

Pantauan Waspada, Rabu pagi (24/11), puluhan anak-anak tampak melihat proses pembersihan tanah longsor dibadan jalan yang dikerjakan oleh satu unit beko milik BPBD setempat.

“Sudah dua hari kami tidak dapat sekolah pak, guru kami tidak ada masuk, kami ingin sekolah,” ujar Evi Julia murid SD Pantan Kemuning yang ditemui Waspada di lokasi longsor saat itu.

Semenatara itu, salah satu Guru Tenaga Guru Honorer, Ahmad Yani mengungkapkan, tutupnya dua sekolah itu lantaran kebanyakan para guru berasal dari luar kampung tersebut.

“Akses menuju kampung ini tidak dapat dilalui, kebanyakan para guru dari luar, yang menetap di kampung ini hanya terdapat tiga guru honorer,” katanya.

Dirincikannya, saat ini terdapat sekitar 129 siswa yang tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar yang terdiri 89 siswa SD Pantan Kemuning, 30 siswa SMP Negeri 7 Satu Atap dan sekitar belasan siswa SMA yang belajar di pusat kecamatan.

“Untuk keseluruhan siswa di dua sekolah ini merupakan menetap di Kampung Pantan Kemuning, tidak ada yang dari luar, kita berharap timbunan longsor dapat segera dilalui agar proses belajar mengajar dapat kembali seperti biasa,” katanya.

Selain itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Kampung Pantan Kemuning, M Nasir kepada Waspada menyampaikan, terdapat empat titik badan jalan dikampung itu tertimbun tanah longsor dan lima rumah warga nyaris ambruk.

Lima rumah warga itu adalah milik Maneh Puteh, 70, Musliadi, 30, Indris Abu Bakar, 55, Mahdi, 40 dan Jamilah, 68.

“Dari lima rumah warga itu, sebanyak empat unit kondisi pondasi bagian samping dan belakang sudah terkikis oleh longsoran tanah dan satu rumah lagi kondisinya lantainya hampir terbelah,” ungkapnya.

Dikatakan, saat ini terdapat 225 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 798 jiwa yang menetap di kampung tersebut.

“Perekonomian warga saat ini lumpuh total, jalan tidak bisa dilalui. Kami berharap timbunan longsor dapat secepatnya dibuka dibersihkan,” harapnya.

Sementara itu, pantauan Waspada, saat ini satu unit alat berat milik BPBD Bener Meriah sedang membersihkan material longsoran.

Di sekitar lokasi, tampak terlihat juga Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor, TNI/ Polri serta masyarakat setempat ikut membersihkan material longsoran tersebut. (Cet)

Sejumlah anak-anak yang tidak ikut belajar mengajar sedang melihat proses pembersihan material longsor di Kampung Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (24/11). Waspada/Eri Tanara

  • Bagikan