Lima Penyanyi Kolaborasi Rilis Ulang Lagu 'Zamrud Khatulistiwa' - Waspada

Lima Penyanyi Kolaborasi Rilis Ulang Lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’

  • Bagikan
ROSSA, Kunto Aji, Rayi Putra, Aurelie, Rayi Putra dan DJ Dipha Barus melakukan kolaborasi merilis ulang lagu "Zamrud Khatulistiwa".
ROSSA, Kunto Aji, Rayi Putra, Aurelie, Rayi Putra dan DJ Dipha Barus melakukan kolaborasi merilis ulang lagu "Zamrud Khatulistiwa".

MEDAN (Waspada): Lima penyanyi masing-masing Rossa, Kunto Aji, Rayi Putra, Aurelie, Rayi Putra dan DJ Dipha Barus melakukan kolaborasi merilis ulang lagu “Zamrud Khatulistiwa” melalui Resso, aplikasi streaming musik sosial dalam merayakan hari Kemerdekaan RI ke-76 dengan meluncurkan kampanye ‘Bersama Musik Dibawa Asik’.

“Ressonited merupakan program spesial di Resso untuk merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. Di masa pandemi ini, tentunya banyak sekali tantangan harus dihadapi semua pihak, tanpa terkecuali. Melalui kampanye Bersama Musik Dibawa Asik, kami ingin membangkitkan semangat dan optimisme untuk menghadapi situasi yang memprihatinkan dan penuh ketidaknyamanan ini melalui musik,” ujar Diza Anindita, Head of Marketing Resso Indonesia.

Lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ ditulis Guruh Soekarno Putra dinyanyikan Keenan Nasution pada tahun 1978, sebelum akhirnya dipopulerkan penyanyi legendaris Chrisye pada tahun 1996. Lirik lagu ini sarat dengan kekaguman dan puji syukur yang mencerminkan rasa kebanggaan terhadap Indonesia, yang indah dan kaya serta sarat keberagaman, baik alamnya, suku bangsanya, bahasanya dan seni budayanya.

“Resso memilih lagu ini karena lirik dan irama musiknya asik didengar dan abadi sepanjang masa, tak lekang oleh waktu. Sesuai tema ‘Bersama Musik Dibawa Asik’ Resso berniat memperkenalkan lagu legendaris dari era tahun 90-an ke generasi lebih muda hari ini, hasil kolaborasi asik dari lima penyanyi dan musisi lintas generasi dan lintas genre di Indonesia. Lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ dapat menjadi inspirasi yang sangat kuat dan relevan terutama dalam kondisi Indonesia hari ini,” ujar Diza lebih lanjut.

Memproduksi ulang lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ dengan musisi dan artis dari berbagai genre yang memiliki warna suara berbeda tentunya merupakan tantangan tersendiri. Ditambah lagi, proses pengerjaan lagu ini memakan waktu kurang dari dua bulan saja. Namun tentunya para musisi dan artis ini memiliki kesan tersendiri.

Dipha Barus yang didapuk untuk mengaransemen ulang lagu ini mengaku, “Versi Keenan merupakan lagu yang sangat saya sukai di masa kecil, sehingga mengerjakan proyek ini seperti menggambar ulang sebuah lukisan favorit.” Bagi Kunto Aji, makna lirik lagu ini, “Mengingatkan untuk mensyukuri tempat di mana kita dilahirkan, Indonesia, negeri yang sangat subur dan makmur, dengan segala kekurangan dan kelebihannya”.

Aurelie, yang mengisi masa pandemi dengan menulis lagu dan bermain ukulele di rumah, berharap, “Semoga dengan adanya proyek kolaborasi ini, kita semua tetap terus kreatif, positif dalam bermusik, dan berkarya tanpa batas.” Penyanyi senior Rossa menyatakan senang bergabung dalam proyek Ressonited, “Ini merupakan ide yang fresh dalam memperingati hari kemerdekaan, lagu lama dengan aransemen yang luar biasa dan hasilnya pun luar biasa. Tahun ini merupakan tahun kolaborasi, saling bergandeng tangan dan mendukung satu sama lain”.

Atas kolaborasi Resso dengan musisi ini, Rayi Putra berpandangan bahwa, “Lagu ini merupakan kolaborasi dari penggiat genre musik yang berbeda-beda. Semoga bisa menjadi contoh kecil akan potensi besar yang bisa kita lakukan bila bangsa Indonesia mau bersatu dan menghargai perbedaan”.

Saat ini, selain hanya bisa diakses di aplikasi Resso dan TikTok, belum ada rencana untuk membuat konser di platform. Namun penampilan para artis ini bisa dilihat di saluran televisi RCTI pada tanggal 24 Agustus 2021. Mencari lagu yang dapat membangkitkan semangat. (m12)

  • Bagikan