Waspada
Waspada » Lantamal I Proses Kapal Asing Curi Ikan Di Perairan Indonesia
Headlines

Lantamal I Proses Kapal Asing Curi Ikan Di Perairan Indonesia

KAPAL ikan asing berbendera Malaysia yang diamankan di Satrol Lantamal I karena melakukan ilegal fishing di perairan Indonesia. Waspada/Ist
KAPAL ikan asing berbendera Malaysia yang diamankan di Satrol Lantamal I karena melakukan ilegal fishing di perairan Indonesia. Waspada/Ist

BELAWAN (Waspada): Markas Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) I memproses Kapal Ikan Asing (KIA) KHF 1960 berbendera Malaysia yang ditangkap saat melakukan ilegal fishing di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) perairan Indonesia pekan lalu.

Kapal ikan asing KHF 1960 berbendera Malaysia itu ditangkap oleh KRI KERAMBIT-627 yang saat itu sedang berpatroli di perairan Selat Malaka Indonesia.

Komandan Lantamal I Laksamana Pertama Abdul Rasyid K, S.E., M.M., yang memberikan keterangan pers di Mako Lantamal I Belawan, Rabu (19/2) mengatakan Koarmada I saat ini sedang melaksanakan Operasi Benteng Samudera-20 dan Operasi Pamtas RI-Singapura, mendapati aktivitas ilegal yang dilakukan oleh Kapal Berbendera Asing di Wilayah Perairan Indonesia. KRI Kerambit-627 yang saat itu sedang berpatroli, melakukan penangkapan terhadap Kapal KIA KHF 1960.

“TNI AL khususnya Lantamal I yang berada di jajaran Koarmada I berkomitmen untuk memberantas tindak pidana di laut, salah satunya pencurian Ikan. Dengan melakukan patroli baik melalui operasi intelijen maupun operasi laut dengan menggunakan KRI ataupun kapal patroli, Lantamal I akan selalu melakukan pengawasan di wilayah Selat Malaka yang disinyalir sampai saat ini masih banyak illegal fishing dan juga digunakan untuk penyelundupan narkoba dan komoditi luar ke Indonesia melewati jalur perairan,” ujar Danlantamal I.

Danlantamal I menjelaskan, daerah perbatasan sangat rawan dari berbagai macam pencurian dan penyelundupan. Keberhasilan KRI Kerambit-627 dalam menangkap Kapal Berbendera Asing merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam hal ini Koarmada I melalui Lantamal I dalam menegakkan hukum di laut.

“Saat ini Kapal sudah merapat di Dermaga Lantamal I sesuai arahan Panglima Koarmada I, KIA KHF 1960 Berbendera Malaysia akan kita dalami dan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Komitmen Pimpinan TNI AL sudah jelas, melalui Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., untuk menindak tegas segala bentuk kegiatan ilegal yang terjadi di wilayah Koarmada I khususnya di Wilayah Kerja Lantamal I Belawan” pungkas Danlantamal I.

Menurut Danlantamal, nakhoda dan ABK KIA KHF 1960 yang terbukti tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal/illegal fishing dengan menggunakan jaring di Wilayah Perairan Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah telah melanggar Pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat (1) dan Pasal 93 Jo Pasal 27 Ayat (2) UU Perikanan Nomor 45 Tahun 2009 selanjutnya diperiksa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut di Lantamal I Belawan.

Penangkapan berawal saat KRI Kerambit-627 melaksanakan patroli terbatas di wilayah Perairan ZEE Indonesia, mendapatkan kontak radar yang dicurigai melakukan aktifitas ilegal. Menindaklanjuti hal tersebut, dengan sigap KRI Kerambit-627 melakukan pengejaran, penangkapan dan lenyelidikan dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan, dokumen, dan ABK kapal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, Kapal berbendera Malaysia tersebut bernama KIA KHF 1960 Tonage 65 GT, Jumlah ABK 5 orang berkewarganegaraan Thailand, memuat ikan campur sekitar 100 kg melakukan aktifitas pengambilan ikan di Perairan Zona Economy Ekslusif (ZEE) Indonesia, sekitar Timur Laut Belawan. (h04)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2