Kurir Sabu 50 Kg Dituntut Mati  

Kurir Sabu 50 Kg Dituntut Mati  

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Jaksa penuntut umum (JPU) Maria Tarigan menuntut mati Hans Wijaya alias Hans, terdakwa kasus perantara jual beli sabu seberat 50kg dan 25 ribu pil ekstasi.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Hans Wijaya alias Hans dengan pidana mati,” ujar JPU Maria Tarigan di hadapan majelis hakim yang diketuai Ahmad Sumardi, di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (11/5).

Dalam nota tuntutannya, menilai perbuatan warga Komplek Pondok Ungu Permai, Kel. Kali Abang Tengah, Kec. Bekasi Utara, Jawa Barat ini melanggar Pasal 114 (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Yakni secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman lebih dari 5 gram,” ujar JPU.

Disebutkan JPU, hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba. “Sedangkan hal yang meringankan tidak ditemukan,” sebut JPU.

Tunda Persidangan

sai mendengarkan tuntutan dari JPU, majelis hakim menunda persidangan pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa.

Mengutip dakwaan JPU Maria Tarigan mengatakan kasus berawal petugas Kepolisian Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan pengembangan terhadap perkara narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh Daniel Edi Johanes alias Danil (berkas terpisah) dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 23 kg.

Selanjutnya Tim Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan penyelidikan sejak 8 Agustus 2020, tentang keberadaan pelaku lainnya di daerah Tanjungbalai, namun pelaku tidak berhasil ditangkap karena kapal pelaku berangkat menuju ke Jakarta, sehingga petugas mengikuti terus sampai ke Jakarta.

Dikatakan JPU, pada Sabtu 15 Agustus 2020, sekitar pukul 03.00, terdakwa berada di rumah kontrakan di Pondok Ungu Permai, Kec. Bekasi Utara Provinsi Jawa Barat mendapat telepon dari Alux mengatakan supaya terdakwa menjemput paket narkoba ke daerah pasar Kalibaru Cilincing Jakarta Utara.

Setelah itu terdakwa langsung berangkat menuju ke daerah Kalibaru, saat itu terdakwa dihubungi oleh seseorang yang mengarahkan ke daerah pasar Kalibaru, setelah melakukan komunikasi dengan orang suruhan Alux lalu sekitar pukul 05.40, terdakwa bertemu dengan orang suruhan Alux dipinggir jalan pasar Kalibaru.

Kemudian, terdakwa membuka bagasi belakang mobil dan orang tersebut mengangkut 2 karung goni plastik warna putih dan 1 box plastik diletakkan di bagasi belakang mobil terdakwa, setelah itu terdakwa menutup pintu belakang mobil dan kemudian langsung pergi.

Saat di tengah perjalanan, tiba-tiba mobil terdakwa dipepet oleh mobil lain dan menghalangi mobil terdakwa, setelah  berhenti tiba-tiba datang beberapa petugas Kepolisian berpakaian preman langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Setelah itu, petugas melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa dan mobil yang terdakwa kendarai.

Dari hasil pemeriksaan di bagasi belakang mobil ditemukan 2 karung goni berisikan 2 tas jinjing plastik warna merah dan hijau muda berisikan 50 bungkus plastik berisikan 50 kg sabu dan 5 bungkus plastik bening tembus pandang berisi pil ekstasi sebanyak 25.000 butir seberat 7.570 gram. (m32).

 

Sidang tuntutan terdakwa yang berlangsung virtual di PN Medan. Waspada/ist

  • Bagikan