Waspada
Waspada » Kunjungan Wisman ke Indonesia Maret 2020 Turun Dratis 64,11%
Headlines Nusantara

Kunjungan Wisman ke Indonesia Maret 2020 Turun Dratis 64,11%

KUNJUNGAN wisman ke Indonesia melorot tajam selama Maret 2020. Waspada/Adji K.
KUNJUNGAN wisman ke Indonesia melorot tajam selama Maret 2020. Waspada/Adji K.

JAKARTA (Waspada): Dampak buruk Covid-19 bagi sektor pariwisata sungguh luar biasa. Buktinya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menukik turun dratis hingga 64,11% selama Maret 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisman yang datang sepanjan bulan ketiga itu hanya 470,90 ribu atau menurun tajam 64,11% dibanding jumlah kunjungan pada Maret 2019 yang berjumlah 1,31 juta kunjungan.

Kalau dibandingkan dengan Februari 2020, jumlah kunjungan wisman pada Maret 2020 juga mengalami penurunan sebesar 45,50%.

Dalam berita resminya, Senin (4/5), BPS mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 67,88% dibanding pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan kunjungan wisman tersebut terjadi di seluruh pintu masuk udara kecuali Bandara Iskandar Muda, Aceh.

Adapun persentase penurunan tertinggi tercatat di Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara yang mencapai 94,81%, diikuti Bandara Sultan Soekarno-Hatta, Banten turun 75,42%, dan Bandara Juanda, Jawa Timur turun 71,83%. Sedangkan persentase penurunan terendah terjadi di Bandara Hasanuddin, Sulawesi Selatan sebesar 43,62%.

Sementara itu, kenaikan jumlah kunjungan wisman hanya terjadi di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh sebesar 11,95%.

Kata Wishnutama

Terkait anjloknya kunjungan wisman Maret 2020, Menparekraf Wishnutama dalam keterangannya mengatakan penurunan ini sudah diperkirakan mengingat pemerintah negara penyumbang wisman potensial ke Indonesia memutuskan menutup akses keluar-masuk negaranya demi pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurunnya kinerja sektor pariwisata, lanjut Wishnutama tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di negara-negara lain.

“Penutupan batas kota atau negara mengakibatkan tidak beroperasinya banyak rute penerbangan sehingga aktivitas pariwisata pun mandek,” ujarnya. (Adji K)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2