Koruptor DD Divonis 5 Tahun Penjara - Waspada

Koruptor DD Divonis 5 Tahun Penjara

  • Bagikan

 

IDI (Waspada): Terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana desa, majelis hakim menjatuhkan vonis 5 tahun penjara terhadap oknum kepala desa atau Keuchik Gampong HTI Ranto Naru, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Sidang putusan vonis terhadap terdakwa berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Senin (2/8) sore.

Sidang perkara tindak pidana korupsi dengan Nomor 18/Pid.Sus-TPK/2021/PN Bna itu berlangsung secara virtual. Sidang dipimpin majelis hakim Zulfikar SH MH selaku ketua mejelis hakim dan dibantu dua hakim anggota yakni Nani Sukmawati SH dan Mardefni SH MH, serta dihadiri T Bustami TD SH selaku Panitera Pengganti. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dihadiri Wahyudi SH.

Dalam amar putusan, terdakwa JAF Bin AR dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2017 dengan kerugian negara sebesar Rp625.503.152 sebagaimana tercantum dalam Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara/Daaerah Nomor: 39/ITKAB-K/2020 tanggal 18 Mei 2020 yang dikeluarkan oleh Inspektorat Kabupaten Aceh Timur.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat 1,2,3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001,” kata Kajari Aceh Timur Semeru SH MH, melalui Kasi Intelijen Andi Zulanda SH MH, kepada Waspada, Senin (2/8) malam.

Ditambahkan, amar putusan juga menyatakan terdakwa JAF Bin AR terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum (JPU) melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat 1,2,3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001.

“Sehingga majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa JAF Bin AR dengan pidana penjara selama lima tahun penjara dengan perintah terdakwa JAF Bin AR ditahan,” sebut Andi, seraya menambahkan, majelis hakim dalam putusannya juga membebani terdakwa JAF Bin AR membayar denda sebesar Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan.

Pidana Tambahan

Kemudian, majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa JAF Bin AR berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp625.503.152, dengan ketentuan apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan tersebut mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Namun disaat terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka terdakwa dipidana penjara selama dua tahun. Apabila terpidana membayar uang pengganti yang jumlahnya kurang dari seluruh kewajiban membayar uang pengganti, maka jumlah uang pengganti yang dibayarkan tersebut akan hitung dengan lamanya pidana tambahan berupa pidana penjara sebagai pengganti dari kewajiban membayar uang pengganti,” jelas Andi Zulanda.

Sempat Kabur

Kasi Intelijen Kejari Aceh Timur ini menambahkan, bahwa selama proses penyelidikan dan penyidikan, terdakwa JAF Bin AR sempat kabur dari tempat tinggal di Kabupaten Aceh Timur. “Namun berhasil ditemukan saat terdakwa JAF Bin AR berada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Binjai, atas perkara pencurian dengan nomor Register 328/Pid.B/2020/PN Bnj,” demikian Andi Zulanda. (b11)

SIDANG VONIS: Wahyudi SH, JPU dari Kejari Aceh Timur, mendengarkan amar putusan terhadap terdakwa JAF Bin AR dalam kasus tindak pidana korupsi dana desa yang berlangsung secara virtual di PN Banda Aceh, Senin (2/8). Waspada/Ist.

  • Bagikan