Korban Tenggelam Di Danau Toba Tongging Diperkirakan Terseret Arus Deras Masuk Ke Palung Danau - Waspada

Korban Tenggelam Di Danau Toba Tongging Diperkirakan Terseret Arus Deras Masuk Ke Palung Danau

  • Bagikan
TIM saat pencarian korban tenggelam di danau Toba dipimpin Kanit 3 Pammat Dit Samapta Polda Sumut Iptu Zulkifli. Waspada/Ist
TIM saat pencarian korban tenggelam di danau Toba dipimpin Kanit 3 Pammat Dit Samapta Polda Sumut Iptu Zulkifli. Waspada/Ist

TANAH KARO (Waspada): Imran Darwin Butar-Butar korban tenggelam di objek wisata pemandian Desa Tongging, Kecamatan Merek yang belum ditemukan diperkirakan terseret pusaran arus deras sehingga masuk ke palung danau berkedalaman lebih 50 meter.

Kanit 3 Pammat Dit Samapta Polda Sumut Iptu Zulkifli kepada Waspada melalui telepon selulernya, Selasa (1/9) menyebutkan kendala tim pencarian korban tenggelam di kedalaman Danau Toba berdasarkan hasil pengamatan Tim Selam Basarnas dan tampilan layar alat Vibrascope Tim Dit Samapta dapat digambarkan bahwa korban tenggelam pada posisi 10 meter dari bibir pantai.

Dasar danau dari pantai sampai 50 meter ke tengah danau merupakan kemiringan 45 s/d 50 derajat.

Pada dasar danau 50 meter dari bibir pantai,terdapat tebing terjal atau palung danau.

Tim selam Basarnas melihat jejak garis (seperti bekas tangan atau kaki) dari mulai titik tenggelam mengrah ke palung.

Palung tersebut belum diketahui kedalamannya karena tidak terjangkau oleh penyelam dan alat vibrascope.

Palung tersebut gelap, tidak tertembus cahaya matahari dan jangkauan vibrascope sampai kedalaman 50 meter.

Berdasarkan situasi dan kondisi tersebut di atas Tim Basarnas masih menilai bahwa jika korban masuk ke palung danau, maka kecil kemungkinan korban timbul mengapung karena proses pembusukan.

Mirip dengan kondisi korban kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di danau Toba pada tahun 2018 lalu, sebutnya.

Ahli Geologi Sumatera Utara Ir Jonathan Tarigan menyebitkan geometri dari bentang alam atau morfologi kawasan danau Toba berbentuk oval dengan panjang sekitar 90 Km dan lebar 30 Km.

Danau Toba adalah bekas kawah gunungapi yang berukuran raksasa dengan dinding yang terjal sebagaimana umumnya kawah gunungapi.

Karena kawah gunungapi dari Danau Toba ini lebih dari satu kilometer, maka disebut dengan kaldera (couldron).

Tubuh air (water body) di danau Toba itu, tidak bersambung utuh, tetapi dipisahkan oleh Gunung Pusuk Bukit.

Selanjutnya dari bahagian Utara Gunung Pusuk Bukit, arus air mengalir mengikuti arah tebing curam danau Toba melintasi Silalahi, Paropo, Tongging dan Haranggaol.

Pada segmen Gunung Pusuk Bukit, Silalahi, Paropo, Tongging hingga Haranggaol, gerakan arus air baik di permukaan danau bergerak melingkar.

Pola gerakan ini menimbulkan putaran arus-putaran arus di bawah permukaan danau.

Kedalaman tubuh air di lintasan ini antara 50 meter hingga 300 meter, ke bahagian tengah mencapai 400 meter.

Jadi benda yg masuk ke zona arus air danau yang berputar itu dapat terbawa ke arah kedalaman.

Perbenturan arus air sepanjang pantai (longshore current) dapat membangkitkan atau menimbulkan Rip Current yang arah arus airnya ke tengah danau.

Jika terbawa arus Rip Current, benda tersebut akan dibawa ke arah tengah danau dengan arus terputar di bawahnya dengan pola perputarannya mirip angin puting beliung.

“Oleh karena itu berwisata di kawasan air danau Toba ini harus ekstra hati-hati dan harus ekstra waspada,” jelasnya. (a06)

  • Bagikan