Waspada
Waspada » Korban Gas Beracun Jadi 20
Aceh Headlines

Korban Gas Beracun Jadi 20

ADNAN, diduga korban terhirup gas beracun asal Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur, saat di rujuk dari Puskesmas Banda Alam ke RSUD-ZM Aceh Timur, Minggu (11/4). Waspada/M Ishak
ADNAN, diduga korban terhirup gas beracun asal Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur, saat di rujuk dari Puskesmas Banda Alam ke RSUD-ZM Aceh Timur, Minggu (11/4). Waspada/M Ishak

IDI (Waspada): Jumlah pasien yang menjadi korban gas beracun dari kegiatan flaring Sumur Alue Siwah (AS) 11, milik PT Medco EP Malaka, kini menjadi 20 orang, salah satunya balita usia tiga tahun.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Waspada Minggu (11/4) malam, korban yang di rawat di RSUD-ZM Aceh Timur sebelumnya delapan orang, namun pasca bertambahnya korban yang terhirup gas beracun menjadi 18 orang.

Sementara korban yang di rawat di RSU Graha Bunda Idi, sebanyak satu orang dan korban yang di rawat di RSU Zainoel Abidin Banda Aceh, sebanyak satu orang.

“Total pasien yang dirawat di beberapa rumah sakit sebanyak 20 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur, Sahminan, SKM, MKes, menjawab Waspada, tadi malam.

Pasie yang dirawat khususnya di RSUD-ZM Aceh Timur, seperti di RPDP, RPDW, RRA, dan Ruang ICU.

“Pasien yang di rujuk di rawat tergantung dari kondisi pasien, bahkan tadi sore (kemarin–red) ada enam pasien yang sudah diperbolehkan pulang pihak medis,” tutur Sahminan.

Bertambah

Dua korban terhirup gas beracun yang di rujuk ke RSUD-ZM Aceh Timur, Minggu (11/4) sekira pukul 13:40.

Keduanya mengeluh pusing, mual dan muntah.

“Ada pasien yang kita rujuk ke rumah sakit, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk di rawat di puskesmas,” ujar dr. Amel, tenaga medis di Puskesmas Banda Alam.

Pengungsi Tertangani

Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Elfiandi, SpI, dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya telah membuka dapur umum sejak hari pertama mengungsi di lokasi pengungsian di halaman Kantor Camat Banda Alam.

“Untuk logistik pengungsi aman, seluruh pengungsi tertangani seluruhnya,” kata Elfiandi, seraya menyebutkan, seluruh pengungsi yang masih bertahan sebanyak 298 orang dari beberapa dusun di Desa Paton Rayeuk T, Banda Alam.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, belasan warga di Desa Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur, tumbang akibat terhirup gas beracun yang diduga bersumber asap yang muncul dari kegiatan flaring Sumur AS-11 PT Medco EP Malaka, Jumat (9/4) pagi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, telah meminta SKK-Migas melalui BPMA segera mengidentifikasi masalah itu, sehingga dapat segera diselesaikan secepatnya.

“Kami minta perusahaan migas yang beroperasi di daerah bekerja sesuai dengan SOP,” ujar Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM Thaib, saat menjenguk pasien di RSUD ZM.

Pihak PT Medco EP Indonesia, dalam siaran pers sebelumnya bertanggungjawab atas musibah yang menimpa warga, sehingga sebagian warga harus di rawat.

Bahkan aktivitas flaring Sumur AS-11 di Blok A, telah dihentikan.

Pihaknya Medco, kini terus mendampingi pasien yang dirawat disejumlah rumah sakit di Aceh.

Pihak perusahaan migas itu juga terus memfasilitasi pengadaan logistik untuk pengungsi, termasuk menyediakan sembako di dapur umum pengungsian. (b11)

Berita terkait:

Semburan Gas Beracun, 13 Warga Kritis, Ratusan Jiwa Mengungsi

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2