Waspada
Waspada » Kontrak Lapangan Golf Kemayoran Tidak Diperpanjang Lagi
Headlines Nusantara

Kontrak Lapangan Golf Kemayoran Tidak Diperpanjang Lagi

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, (kaos putih) disaksikan Yasonna H Laoly, (kiri) Saat menanam pohon di GBK Senayan Jakarta (Ist)

JAKARTA (Waspada) : Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, memuji sikap politik dan gerakan penghijauan yang dilakukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) .

Gerakan penanam pohon secara massal disebut sejalan dengan rencana pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sekretaris Negara yang ingin menjadikan lahan milik negara untuk ruang terbuka hijau.

“Kami menyampaikan terima kasih atas partisipasinya untuk penanaman pohon ini. Karena ini benar benar sesuai dengan semangat kami di Kementerian Sekretariat Negara yang mengelolaa dua BLU (Badan Layanan Usaha) yaitu GBK dan Kemayoran,” kata Pratikno saat menyampaikan sambutan di kegiatan penanaman pohon bersama pengurus PDIP di Hutan Kota, Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (21/3/2021)

Menurut Pratikno, dulu lahan Hutan Kota di GBK berfungsi lapangan golf seluas 4,5 hektare. Dan rencananya, kata mantan Rektor Universitas Gadjah Mada, itu hal yang sama bakal dilakukan di kawasan Kemayoran.

“Jadi ini memang gayung bersambut betul (kegiatan penanaman pohon PDIP). Demikian halnya juga dengan Kemayoran. Kemayoran itu ada lapangan golf, seluas 18 hektare. Sekali lagi, tentu saja lapangan golf eksklusif. Tidak bisa masyarakat masuk, 18 hektare, persis di jalan utama itu. Kontraknya habis dan kita putuskan untuk tidak diperpanjang,” kata dia.

Pratikno bilang, bahwa perubahan fungsi dari lapangan Golf di GBK dan Kemayoran menjadi ruang terbuka ditujukan untuk pusat kegiatan masyarakat, khususnya masyarakat Ibu Kota. Selain ruang terbuka hijau, pihaknya juga tengah mendesain jalur sepeda di area Kemayoran.

Pratikno menambahkan beberapa lahan juga rencananya akan ditanam pohon mangrove dan penataan kawasan danau di sana.

“Sesuai arahan Pak Presiden kita harus menyediakan sesuatu yang langka untuk rakyat untuk masyarakat Jakarta khususnya. Yaitu public space oksigen yang berlimpah,” tuturnya.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2