Kolaborasi Budaya Aceh-Sumedang, Cahaya Dari Aceh Pererat Persaudaraan - Waspada

Kolaborasi Budaya Aceh-Sumedang, Cahaya Dari Aceh Pererat Persaudaraan

  • Bagikan
KETUA TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati bersama Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir memberi keterangan pers usai mengikuti sejumlah kegiatan peringatan Haul wafatnya Cut Nyak Dhien di Gedung Negara Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (20/11) malam. Waspada/Ist
KETUA TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati bersama Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir memberi keterangan pers usai mengikuti sejumlah kegiatan peringatan Haul wafatnya Cut Nyak Dhien di Gedung Negara Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (20/11) malam. Waspada/Ist

SUMEDANG (Waspada): Persaudaraan masyarakat Aceh dengan Sumedang sudah terjalin lama. Pengasingan Cut Nyak Dhien oleh penjajah Belanda ke daerah yang terkenal dengan ‘Tahu Sumedang’ itu, seolah menjadi ikatan silaturrahmi yang sangat erat, antara Aceh dengan Sumedang.

Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, pada acara penutupan peringatan Haul wafatnya Cut Nyak Dien yang dipusatkan di Gedung Negara Sumedang, Sabtu (20/11) malam.

“Semoga persaudaraan ini semakin erat. Insya Allah, meski telah wafat sosok Cut Nyak Dhien akan menjadi penghubung silaturrahmi antara masyarakat Aceh dengan Sumedang,” ujar Dyah.

Dalam sambutannya, Dyah Erti juga mengundang masyarakat Sumedang untuk datang ke Aceh menikmati beragam objek wisata dan tentu saja ragam kuliner di Bumi Serambi Mekah.

“Kami mengundang masyarakat Sumedang untuk datang ke Aceh merasakan keramahan Peumulia Jame yang artinya memuliakan tamu dari masyarakat Aceh. Banyak objek wisata dan beragam kuliner yang bisa dinikmati di Aceh. Dengan saling mengunjungi Insya Allah silaturrahmi antara kita akan semakin terjalin baik, dan tentu saja dapat memberi imbas positif pada meningkatnya perekonomian di daerah masing-masing, terutama para pelaku UMKM,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua TP PKK Aceh dan masyarakat Aceh di Sumedang, pada peringatan wafatnya Cut Nyak Dhien.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Ibu Dyah Erti di Sumedang. Semoga silaturrahmi dan persaudaraan ini terus terjalin, karena hal ini tentu salah satu hal yang diharapkan oleh Cut Nyak Dhien. Mari terus kita teladani spirit perjuangan beliau untuk terus dijalankan. Semoga bisa mempererat hubungan antara masyarakat Aceh dengan Sumedang,” kata Dony.

Dony menegaskan, ikatan persaudaraan Aceh-Sumedang sudah terjalin sejak lama dan seperti saudara kandung, dengan sosok Cut Nyak Dien sebagai Ibunda. “Cut Nyak Dhien datang ke Sumedang merupakan keberkahan dan masyarakat kami saat itu menyambut dengan baik, sehingga masyarakat Sumedang memanggil Cut Nyak Dhien dengan sebutan Ibu Rayu. Beliau bangsawan dari Aceh datang ke Sumedang memberikan pelajaran agama bagi masyarakat Sumedang saat itu,” kata Dony.

Oleh karena itu, sambung Dony, saat Cut Nyak Dhien wafat maka pemerintah kala itu mensejajarkan Cut Nyak Dien sebagai bagian dari keluarga kerajaan. Sehingga tempat peristirahatan terakhir Cut Nyak Dhien di dalam kompleks makam raja Sumedang. “Itu adalah bentuk penghargaan masyarakat Sumedang kala itu kepada sosok Cut Nyak Dhien, yang telah berjihad membela negara Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya kepada kaum ibu untuk memberikan yang terbaik dalam memajukan Indonesia,” imbuh Dony.

Sementara itu, Raja Paduka Yang Mulia Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh karena sudah memperingati wafatnya Cut Nyak Dien di Sumedang.

Hadir dalam kegiatan itu, Kadis Sosial Sumedang, Dikdik Sadikin, Kadis Parbudpora, Bambang Rianto, Kepala Bappeda Sumedang, Hj Tuti Ruswati, dan Raja Karaton Sumedang Larang Paduka Yang Mulia HRI Lukman.

Sementara dari Pemerintah Aceh, hadir Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda, Surya Darma serta Ketua Kamas Sumedang, Yusuf. (b03)

  • Bagikan