Waspada
Waspada » Klarifikasi Mendikbud Ke PDIP, Pelajaran Sejarah Tidak Akan Dihapus
Headlines

Klarifikasi Mendikbud Ke PDIP, Pelajaran Sejarah Tidak Akan Dihapus

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, saat menjadi narasumber penanggap dalam rilis survei , Selasa (21/7) di Jakarta (Waspada/Ist)

JAKARTA (Waspada) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) telah menerima klarifikasi secara langsung dari Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Mendikbud,) Nadiem Makarim, bahwa kementriannya tidak akan menghapus pelajaran sejarah.

”Klarifikasi secara cepat dan langsung oleh Mendikbud kami apresiasi. Yang akan dilakukan Kemendikbud adalah upaya menjadikan sejarah sebagai hal yang sangat relevan bagi generasi muda, dengan ditampilkan dengan cara yang kreatif, menarik dan penuh dialog terkait relevansi sejarah tersebut bagi tumbuhnya semangat nasionalisme, dan dengan cara itu, sejarah dapat menginspirasi”, ujar Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam relisnya, Minggu (20/9), menirukan klarifikasi Nadiem Makarim.

Hasto mengakui penjelasan Mendikbud tersebut sangat penting sebagai bagaian dari tanggung jawab komunikasi politik agar tidak ada persepsi yang salah atas setiap kebijakan pemerintah.

“ Ke depan hal-hal yang belum final, agar dikelola secara hati-hati, agar berbagai permutasi tersebut tidak menimbulkan persepsi yang berbeda. Sebab pendidikan itu untuk masa depan. Dengan klarifikasi tersebut, semua sepakat bahwa sejarah menjadi api semangat dan akar peradaban bangsa.

Bagi PDIP lanjut Hasto, politik pendidikan itu mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia hadir dalam kebijakan, sistem pendidikan, kultur, dan proses saling mencerdaskan guna menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, disertai tradisi berpikir kritis, namun tetap membumi pada kebudayaan bangsa.

Pesan Bung Karno agar ilmu pengetahuan mengabdi pada kemanusiaan mengandung makna bahwa pendidikan itu membebaskan rakyat dari kebodohan, dan dengannya taraf kebudayaan Indonesia semakin meningkat, diwarnai dengan nilai-nilai luhur bangsa.

“Atas klarifikasi Mendikbud tersebut PDIP mengajak seluruh komponen bangsa untuk benar-benar memperhatikan pendidikan sebagai faktor kemajuan bangsa yang begitu penting.

Indonesia memiliki rekam jejak sejarah nusantara sebagai bangsa pemimpin.

Nusantara dalam perspektif sejarahnya, mengandung kehebatan tentang posisi geopolitik yang begitu strategis, sehingga menjadi titik temu dan sintesa peradaban dunia,” urai Hasto.

Melalui pendidikan yang benar, pendidikan yang sarat dengan – nation and character building- dan pendidikan yang memerdekakan, maka pendidikan adalah proses cetak biru, dengan pijakan sejarah yang kuat, akan lahirlah semangat untuk hadir sebagai bangsa pemimpin, pungkas Hasto Kristiyanto (J05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2