Waspada
Waspada » Khasiat Dan Manfaat Minum Kopi Dalam Pandangan Islam
Headlines Hiburan

Khasiat Dan Manfaat Minum Kopi Dalam Pandangan Islam

Waspada –  Digemari banyak kalangan, kopi memiliki arti yang mendalam dalam pandangan Islam. Mulai dari sejarah, khasiat hingga keutamaannya.

Kopi merupakan minuman yang sangat bermanfaat. Bukan hanya rasanya saja yang dapat dinikmati, tetapi aroma bahkan ampasnya pun memiliki nilai fungsi yang tinggi.

Ternyata, minum kopi juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan beliau memberikan doa khusus yang ditujukan untuk para peminum kopi.

Kopi dalam Islam memang memiliki pandangan tersendiri. Hal tersebut berkaitan dengan kisah dan sejarahnya.

Dari itulah diketahui tentang keutamaan minum kopi, manfaat hingga khasiat kesehatan dari kopi.

Dikutip Waspada.id dari berbagai sumber, berikut 5 pandangan Islam tentang kopi:

1. Orang yang pertama meracik kopi

Sejarah kopi dalam Islam ini memiliki kisah yang menarik. Berawal dari Kaldi, seorang penggembala muda di Etiopia, Afrika.

Suatu hari, ia memperhatikan hewan-hewan gembalanya yang tiba-tiba menggelinjang setelah makan buah berwarna merah.

Kaldi pun penasaran dan ikut mencoba memakan buah merah tersebut. Tubuh Kaldi pun seketika langsung bereaksi. Ia menari dan memutar tubuhnya dengan riang.

Setelah itu, Kaldi langsung meminta nasehat dari seorang Imam yang juga mencicipi buah itu.

Sang Imam merasakan khasiatnya bahwa ia dapat terjaga dalam ibadah dan doanya sepanjang malam.

Ia pun menjadikan buah merah itu sebagai infus dan dibagikan ke jamaah majelis, lapor Alif.id.

Kemudian Imam tersebut juga memanggang buah tersebut hingga tercium aroma wangi.

Kemudian ia mengangkatnya dari bara api, lalu menggiling, menyeduh dengan air panas dan meminumnya. Minuman itulah yang disebut kopi.

2. Doa Nabi untuk para peminum kopi

Soal sejarahnya, kopi memiliki hubungan yang erat dengan dunia Islam, khususnya bagi kaum Sufi.

Para ulama Islam memiliki dua pendapat yang berbeda tentang hukum meminum kopi. Ada yang menghalalkan dan ada pula yang mengharamkan.

Dilansir dari Alif.id, dalam konteks tasawuf minum kopi memiliki nilai tersendiri. Hal tersebut berawal dari Sufi yang menanyakan langsung kepada Nabi Muhammad SAW. “Wahai Rosulullah SAW, saya suka minum kopi,” ujarnya.

Saat itu, Nabi Muhammad SAW tidak menjawab apa hukumnya. Nabi Muhammad SAW justru memberikan doa khusus untuk para peminum kopi, sebagai berikut:

للهم اجعلها نورا لبصري وعافية لبدني وشفاء لقلبي ودواء لكل داء يا قوي يا متين ثم يتلو البسملة.

Artinya:

Ya Allah, jadikanlah kopi yang saya teguk sebagai cahaya bagi penglihatanku, kesehatan bagi badanku, penawar hatiku, obat bagi segala penyakit, duhai dzat yang Maha Kuat dan Maha Teguh. Kemudian membaca bismillahirrahmanirrahim

Nabi Muhammad SAW melanjutkan sabdanya yang berbunyi, “Malaikat akan terus meminta ampunan untukmu selama rasa kopi masih menempel di mulutmu,”.

3. Keutamaan minum kopi dalam Islam

Ternyata Rasulullah juga menganjurkan umatnya untuk minum kopi. Itu karena kopi memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam.

Hal tersebut pernah disampaikan oleh seorang habib yang bertemu Nabi Muhammad SAW.

Habib tersebut bernama as-Sayyid Ahmad bin Ali Bahr al-Qadimi yang menanyakan kepada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah, aku ingin mendengar hadits darimu tanpa perantara,”.

Kemudian Nabi Muhammad SAW pun memberikan tiga hadits sekaligus, yaitu:

“Selama bau biji kopi ini masih tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula malaikat akan beristighfar (memintakan ampun) untuknya,”

“Barangsiapa yang menyimpan tasbih untuk digunakan berdzikir, maka Allah SWT akan mencatatnya sebagai orang yang banyak berdzikir, baik ia gunakan tasbihnya atau tidak,”.

“Barangsiapa yang duduk bersama waliyullah yang hidup atau yang sudah wafat maka pahalanya sama saja dengan ia menyembah Allah SWT di seluruh penjuru bumi,”.

Dalam riwayat para salafunas shalih disebutkan bahwa, “Kopi itu begitu dicintai oleh para para wali Allah. Sebagaimana salah satu sahabat dikisahkan selalu menyiapkan kopi sampai satu termos. Beliau meminumnya mulai tengah malam, untuk menjaga tahajud sampai waktu isyrag habis,”.

Hal tersebut diceritakan oleh Pimpinan Majelis Ahbaabul Musthofa, Probolinggo, Jawa Timur, Habib Hasan bin Ismail Al-Muhdhor, dikutip dari kanal YouTube Ahbaabul Musthofa Channel.

4. Khasiat kesehatan Kopi dalam Islam

Khasiat tentang kopi sudah diteliti sejak dulu. Pada abad ke-10 Ilmuwan Ibnu Sina membahas tentang efek kopi dalam perspektif medis melalui karyanya berjudul al-Qanun fi al-Tibb.

Dalam karyanya tersebut ia menceritakan tentang sejarah kopi, jenis-jenis kopi hingga khasiat kopi untuk kesehatan tubuh.

Ibnu Sina menyebut bahwa khasiat tersebut adalah mempertahankan kesehatan tubuh.

Selain itu juga dapat membuat kulit menjadi bersih dan mengurangi kelembaban kulit.

Bukan hanya rasanya saja, aroma kopi juga memiliki khasiat, yaitu sebagai stimulus kesehatan tubuh dan pikiran.

5. Manfaat kopi dalam Islam

Bukan hanya kaum sufi saja, para jamaah haji juga turut andil dalam memopulerkan kopi ke seluruh dunia.

Menurut Abdul Qadir al-Jaziri, yang menulis Umdat Al-Safwa pada 1587, mengungkap penyebaran kopi di dunia Islam.

Ia menyebut bahwa kopi sampai di Makkah pada abad ke-15. Sejak saat itulah banyak bermunculan kedai-kedai kopi dan selalu ramai setiap musim haji.

Pengunjung tidak hanya dari masyarakat lokal, tetapi dari negara lainnya.

Manfaat kopi dalam Islam ini ada pada kedai-kedai kopi tersebut.

Menurut Abdul Qadir al-Jaziri, kedai kopi bermanfaat sebagai tempat pertemuan publik. Di sana orang-orang bisa bertemu, mengobrol, dan bertukar pikiran.

Maka tak heran kedai kopi sangat menarik minat kaum Muslim, kalangan cendekiawan dan penulis.

Meski sebelumnya kedai kopi dituduh sebagai kelompok yang ingin menghasut tatanan politik masyarakat. (bs/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2